Slide pertama laporan 10.10 hampir selalu berisi satu angka: omzet hari H, dibandingkan hari biasa, dengan panah hijau besar. Angka itu benar. Angka itu juga hampir tidak berguna untuk memutuskan apa yang harus diubah di 11.11.
Dari 23 Oktober, tersisa 19 hari sebelum 11.11, dan keputusan mahalnya (alokasi budget per channel, kedalaman diskon, perbaikan checkout, budget retargeting) harus dikunci minggu ini. Berikut kerangka evaluasi kampanye GA4 yang kami jalankan untuk klien setelah setiap kampanye tanggal kembar: enam angka, masing-masing dengan jalur laporan, ambang, dan keputusan yang didorongnya. Di bagian akhir ada template laporan satu halaman yang bisa langsung dipakai untuk rapat direksi.
Asumsinya: GA4 Anda sudah mengirim event e-commerce standar (view_item, add_to_cart, begin_checkout, purchase dengan value) dan link kampanye sudah diberi UTM. Kalau fondasi itu belum ada, perbaiki dulu lewat panduan GA4, UTM, dan atribusi.
Ringkasan Cepat
- Angka pertama selalu cakupan tracking: revenue GA4 ÷ revenue di sistem order. Di bawah 80%, jangan ambil keputusan budget dari GA4 sebelum penyebabnya ketemu.
- ROAS per channel hanya bermakna kalau dibandingkan dengan ROAS break-even = 1 ÷ margin kontribusi sebelum iklan.
- Rasio
begin_checkoutkepurchaseyang turun saat kampanye hampir selalu berasal dari checkout itu sendiri (ongkir, voucher, VA). Perbaiki sebelum menambah budget. - Ukuran audiens keranjang tertinggal menentukan batas atas budget retargeting.
- Revenue inkremental bersih (setelah dikurangi efek tunda dan penurunan pasca-promo) biasanya jauh di bawah omzet hari H. Angka inilah yang layak masuk ke laporan direksi.
Tiga Pengaturan yang Menentukan Hasil Evaluasi Kampanye GA4
Jendela waktu. Anda butuh empat rentang tanggal. Di contoh artikel ini: kampanye 8–12 Oktober (5 hari, mulai Kamis), baseline 17–21 September (5 hari, juga mulai Kamis, tanpa promo besar), jendela sebelum 1–7 Oktober, dan jendela sesudah 13–19 Oktober. Membandingkan 10.10 dengan “rata-rata bulan lalu” mencampur hari kerja, akhir pekan, dan tanggal gajian.
Retensi data. Buka Admin > Data collection and modification > Data retention. Default GA4 adalah 2 bulan untuk data di Explore.1 Laporan standar tidak terpengaruh, tapi eksplorasi 10.10 akan hilang di bulan Desember. Ubah ke 14 bulan sekarang; data 10.10 masih di dalam jendela 2 bulan, jadi ikut tersimpan.
Threshold data. Kalau tabel terlihat bolong (ikon segitiga oranye di pojok laporan), cek opsi Include Google signals in reporting identity di Admin > Data collection and modification > Data collection.2 Pengaturan ini berlaku untuk seluruh property dan memengaruhi laporan semua pengguna, jadi ubah dengan sepengetahuan pemilik property. Alternatif yang lebih mudah dikembalikan: ganti Reporting identity ke Device-based di Admin > Data display > Reporting identity khusus saat menyusun laporan ini.
Angka 1: Cakupan Tracking
Jalur laporan: Reports > Monetization > Overview (Purchase revenue), lalu Reports > Acquisition > Traffic acquisition dengan dimensi utama Session primary channel group (Default channel group) dan metrik Purchase revenue (tambahkan lewat Customize report kalau belum tampil). Jangan pakai Total revenue: metrik itu ikut menghitung revenue iklan dan langganan.
Hitung dua hal:
Cakupan tracking = Revenue GA4 ÷ Revenue sistem order (Shopify, WooCommerce, database Anda)
Porsi Unassigned = Revenue channel "Unassigned" ÷ Revenue GA4
Baik: cakupan 90% ke atas dan stabil dibanding baseline, Unassigned di bawah 5%. Kuning: cakupan 80–90%. Angka lain boleh dipakai, tapi catat selisihnya di laporan. Buruk: cakupan di bawah 80%, atau turun tajam saat kampanye, atau Unassigned di atas 10%.
Ambang ini aturan internal kami, bukan standar Google. Selisih wajar selalu ada (ad blocker, penolakan cookie, pembayaran di aplikasi bank). Yang berbahaya adalah selisih yang melebar saat kampanye, biasanya karena halaman promo baru belum dipasangi tag atau redirect payment gateway berubah. Revenue sistem order di rumus ini adalah order yang sudah dibayar saja, tanpa order batal dan VA kedaluwarsa. Lalu pastikan kapan event purchase Anda terkirim: saat order dibuat (halaman terima kasih, begitu nomor VA terbit) atau saat pembayaran terkonfirmasi (server-side atau Measurement Protocol). Kalau terkirim saat order dibuat, VA yang tidak dibayar ikut tercatat sebagai pembelian. Cakupan bisa tembus di atas 100%, dan masalah VA tidak akan terlihat di Angka 3.
Unassigned berarti source dan medium sesi tidak cocok dengan satu pun aturan default channel group GA4,3 biasanya karena nilai UTM buatan sendiri seperti utm_medium=wa-blast atau utm_medium=kol. Link tanpa UTM tidak masuk ke sini. Link yang dibuka dari aplikasi WhatsApp umumnya datang tanpa referrer dan tercatat sebagai Direct, sedangkan link bio Instagram tanpa UTM tercatat sebagai Organic Social karena referrer-nya l.instagram.com. Jadi kalau Direct atau Organic Social ikut membengkak saat kampanye, curigai juga link yang belum diberi UTM.
Keputusan untuk 11.11: di bawah 80%, angka lain hanya petunjuk arah; temukan kebocorannya dulu. Kalau Unassigned tinggi, kunci daftar nilai utm_medium untuk tim dan KOL, lalu audit setiap link 11.11 sebelum tayang.
Satu catatan governance: jangan “menutup” selisih dengan melacak pengunjung yang menolak persetujuan. UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menjadikan persetujuan eksplisit sebagai salah satu dasar pemrosesan (Pasal 20 ayat (2)), dan untuk pelacakan analitik non-esensial itulah dasar yang paling aman dipakai. Melacak orang yang sudah menolak membuka risiko sanksi administratif, termasuk denda hingga 2% dari pendapatan tahunan (Pasal 57).4 Sisi formulir dan checkout-nya kami bahas di panduan consent data pelanggan sesuai UU PDP.
Angka 2: ROAS per Channel Dibanding ROAS Break-Even
Jalur laporan: Reports > Acquisition > Traffic acquisition (Purchase revenue per channel), digabung dengan data belanja per platform. Untuk konteks jalur pembelian: Advertising > Attribution > Attribution paths (dulu bernama Conversion paths). GA4 kini hanya menyediakan model data-driven dan dua varian last click (paid and organic last click, serta Google paid channels last click).5
Google Ads mengirim data biaya otomatis; biaya Meta dan TikTok bisa masuk lewat konektor Campaign Data Import (Admin > Data import).6 Selain itu, termasuk fee KOL, ambil belanjanya dari masing-masing platform:
ROAS channel = Revenue GA4 channel ÷ Belanja channel
ROAS break-even = 1 ÷ Margin kontribusi sebelum iklan (% dari harga promo)
Margin kontribusi sebelum iklan adalah harga promo dikurangi HPP, potongan platform, dan fulfillment. Cara menghitungnya secara lengkap ada di artikel rumus break-even diskon flash sale.
Baik: ROAS jelas di atas break-even, atau di bawahnya tapi Attribution paths menunjukkan channel itu sering jadi titik sentuh awal. Buruk: ROAS di bawah break-even dan jarang muncul di awal jalur.
Angka Meta di Ads Manager hampir pasti lebih tinggi daripada di GA4. Meta secara default mengkredit penjualan dalam 7 hari setelah klik dan 1 hari setelah tayangan,7 sedangkan Traffic acquisition GA4 mengkredit sesi yang menghasilkan pembelian. Pakai satu sumber secara konsisten untuk membandingkan channel, dan sumber lain sebagai pembanding arah.
Keputusan untuk 11.11: channel di atas break-even boleh dinaikkan bertahap. Channel di bawah break-even dengan peran awal yang jelas dipertahankan, tapi dibatasi. Channel di bawah break-even tanpa peran awal dipotong. Untuk Google Ads, pisahkan brand dan non-brand dulu, karena brand search sering hanya menangkap permintaan yang diciptakan channel lain.
Angka 3: Rasio Checkout ke Purchase
Jalur laporan: Explore > Funnel exploration, dengan langkah view_item > add_to_cart > begin_checkout > purchase, dibuka untuk jendela kampanye dan baseline.
Fokus ke satu rasio:
Rasio checkout = Pengguna purchase ÷ Pengguna begin_checkout
Baik: setara atau sedikit di bawah baseline (traffic kampanye lebih dingin).
Buruk: turun lebih dari 5 poin persentase dibanding baseline. VA kedaluwarsa hanya terlihat di sini kalau purchase terkirim saat pembayaran terkonfirmasi (lihat Angka 1).
Penurunan di tahap ini hampir tidak pernah disebabkan iklan. Yang membuat pembeli berhenti biasanya ongkir yang baru muncul di langkah akhir, voucher yang gagal dipakai, virtual account yang kedaluwarsa terlalu cepat, atau halaman pembayaran yang melambat karena server kewalahan.
Keputusan untuk 11.11: kalau rasio ini jatuh, anggaran perbaikan checkout didahulukan daripada tambahan budget iklan, karena setiap poin yang pulih menambah penjualan dari traffic yang sudah dibayar.
Angka 4: Ukuran Audiens Keranjang Tertinggal
Jalur laporan: Explore > Free form, atur rentang tanggal ke 14 hari yang berakhir di hari terakhir kampanye (29 September–12 Oktober di contoh ini), sebagai perkiraan kolam audiens menjelang 11.11, lalu buat segmen pengguna: sertakan add_to_cart, lalu tambahkan grup pengecualian untuk purchase. Untuk dipakai di Google Ads, buat audiensnya di Admin > Data display > Audiences dengan durasi keanggotaan 14 hari.
Kapasitas budget retargeting ≈ Orang terjangkau × Frekuensi maksimum × (CPM ÷ 1.000)
Baik: audiens bisa menyerap budget yang direncanakan tanpa melampaui batas frekuensi. Buruk: rencana budget retargeting jauh di atas kapasitasnya. Hasilnya frekuensi yang melonjak, CPM naik, dan orang yang sama melihat iklan yang sama belasan kali.
Yang benar-benar bisa dijangkau di Meta adalah Custom Audience dari Pixel di Ads Manager, biasanya lebih kecil dari segmen GA4. Meta hanya menampilkan rentang perkiraan, dan audiens yang sangat kecil tidak ditampilkan angkanya. Cek keduanya.
Keputusan untuk 11.11: tetapkan batas atas budget retargeting berdasarkan kapasitas ini, lalu arahkan sisanya ke prospecting yang mengisi kolam audiens. Struktur tiga audiens dan pembagian budget-nya kami bahas di panduan retargeting keranjang di Meta Ads.
Angka 5: Porsi Revenue dari Pelanggan Lama
Jalur laporan: ekspor order yang sudah dibayar dari sistem order atau CRM, lalu cocokkan email atau nomor HP setiap pembeli dengan riwayat order sebelum kampanye. Jalankan untuk jendela kampanye dan baseline. Kalau hanya punya GA4, pakai Explore > Free form dengan segmen pengguna yang pernah memicu purchase sebelum tanggal kampanye, atau bandingkan metrik Total purchasers dengan First time purchasers. Keduanya tetap dihitung per perangkat dan cookie, jadi anggap sebagai perkiraan.
Porsi pelanggan lama = Revenue dari pembeli yang sudah pernah order ÷ Revenue total
Baik: mirip baseline, atau turun karena pembeli baru bertambah. Buruk: porsi pelanggan lama melonjak jauh di atas baseline.
Jangan pakai dimensi New / returning untuk angka ini. “Returning” di GA4 berarti pengguna atau perangkat yang sudah pernah punya sesi sebelumnya, belum tentu pernah membeli. Teaser yang berhasil membuat banyak calon pembeli berkunjung beberapa hari sebelum hari H, sehingga porsi returning bisa naik tanpa ada kanibalisasi sama sekali.
Porsi pelanggan lama yang melonjak berarti diskon Anda banyak dinikmati orang yang kemungkinan tetap membeli di harga normal. Itu kanibalisasi, dan biayanya adalah seluruh nilai diskon yang diberikan kepada mereka.
Keputusan untuk 11.11: kalau kanibalisasi tinggi, diskon dalam hanya dipasang di jalur akuisisi (iklan prospecting, halaman khusus pengunjung baru). Pelanggan lama mendapat akses lebih awal, bundling, atau hadiah pembelian lewat WhatsApp atau email, yang menaikkan nilai pesanan tanpa menurunkan harga satuan yang terlihat publik.
Angka 6: Revenue Inkremental Bersih
Jalur laporan: Reports > Monetization > Overview dengan fitur perbandingan tanggal, atau Explore > Free form dengan baris Date dan nilai Purchase revenue, untuk rentang 1–19 Oktober dan baseline.
Uplift jendela = Revenue kampanye − (Revenue harian baseline × hari kampanye)
Efek tunda = (Harian baseline − Harian 7 hari sebelum) × 7
Penurunan pasca-promo = (Harian baseline − Harian 7 hari sesudah) × 7
Inkremental bersih = Uplift jendela − Efek tunda − Penurunan pasca-promo
Semua angka di rumus ini memakai basis yang sama (GA4). Jendela 1–7 Oktober jatuh tepat setelah gajian, jadi efek tunda bisa tertutup lonjakan gajian. Kalau efek tunda atau penurunan pasca-promo bernilai negatif (harian sebelum/sesudah di atas baseline), anggap komponen itu nol. Inkremental bersih yang negatif tetap dilaporkan apa adanya.
Baik: positif setelah dikonversi ke laba kontribusi, dan penurunan pasca-promo pulih dalam seminggu. Buruk: inkremental bersih mendekati nol, atau revenue belum kembali ke baseline dua minggu setelah kampanye.
Keputusan untuk 11.11: angka ini menentukan target yang jujur dan panjang teaser. Efek tunda yang besar berarti pelanggan sudah terbiasa menunggu tanggal kembar, jadi pendekkan periode pengumuman dan tahan besaran diskonnya.
Contoh: Brand Sepatu Lokal Premium di Bandung
Angka berikut ilustrasi yang kami susun dari pola yang sering kami temui, bukan data klien tertentu. Brand sepatu kulit lokal dengan toko online sendiri, harga normal rata-rata Rp 890.000, diskon 10.10 hingga 25%.
Angka 1. Revenue sistem order 8–12 Oktober Rp 486 juta, revenue GA4 Rp 402 juta. Cakupan 82,7%, di zona kuning. Unassigned Rp 31 juta (7,7%). Penyebabnya ketemu dalam satu jam: link broadcast WhatsApp memakai utm_medium=wa-blast dan link 6 KOL memakai utm_medium=kol, dua nilai yang tidak dikenali aturan channel GA4.
Angka 2. Margin kontribusi sebelum iklan di harga promo: 48%. ROAS break-even = 1 ÷ 0,48 = 2,08x.
| Channel | Belanja | Revenue GA4 | ROAS GA4 | Status |
|---|---|---|---|---|
| Paid Social (Meta) | Rp 64 jt | Rp 104 jt | 1,63x | Di bawah break-even |
| Paid Search (Google Ads) | Rp 29 jt | Rp 97 jt | 3,34x | Aman |
| Organic Search | t/a | Rp 71 jt | t/a | t/a |
| Direct | t/a | Rp 58 jt | t/a | t/a |
| t/a | Rp 41 jt | t/a | t/a | |
| Unassigned | t/a | Rp 31 jt | t/a | Perbaiki UTM |
Ads Manager mengklaim Rp 188 juta untuk Meta (2,94x). Di Attribution paths, Paid Social sering muncul sebagai titik sentuh awal sebelum Paid Search. Dari Rp 97 juta Google Ads, Rp 71 juta berasal dari kata kunci brand. Keputusannya: Meta turun tipis ke Rp 60 juta untuk 11.11 dengan kreatif baru, karena perannya di awal jalur nyata. Non-brand search hanya dinaikkan pada grup iklan yang di atas 2,08x.
Angka 3. Pengguna begin_checkout 1.890, purchase 620. Rasio checkout 32,8%, sedangkan baseline 46%. Setelah ditelusuri, virtual account kedaluwarsa dalam 1 jam dan ongkir baru muncul di langkah pembayaran. Toko ini mengirim purchase dari server setelah pembayaran terkonfirmasi, jadi VA yang kedaluwarsa memang terlihat di rasio ini. Kalau rasio pulih ke 46%, dengan traffic yang sama:
1.890 × 46% = 869 purchase, atau 249 lebih banyak
249 × Rp 648.000 (rata-rata nilai pesanan GA4) = Rp 161 juta
Angka 4. Segmen keranjang tertinggal 14 hari: 3.590 pengguna. Custom Audience Pixel di Meta untuk kriteria yang sama sekitar 2.300 orang (perkiraan Meta). Dengan frekuensi maksimum 8 selama 10 hari dan CPM Rp 45.000:
2.300 × 8 × (45.000 ÷ 1.000) = Rp 828.000
Tim sebelumnya merencanakan Rp 15 juta untuk retargeting keranjang, padahal kapasitasnya kurang dari Rp 1 juta. Sisanya dipindah ke retargeting pengunjung 30 hari dan prospecting.
Angka 5. Setelah nomor HP dan email pembeli dicocokkan dengan database order, porsi revenue dari pelanggan lama 49% saat kampanye, dibanding 27% di baseline. Porsi returning di GA4 naik lebih tajam (57% dari 34%), tapi sebagian kenaikan itu datang dari pengunjung teaser 7 hari yang kembali saat hari H, jadi angka backend yang dipakai. Untuk 11.11, diskon 25% hanya untuk halaman akuisisi. Pelanggan di database mendapat akses awal 10 November dan gratis kit perawatan sepatu kulit senilai Rp 85.000.
Angka 6. Revenue harian baseline (GA4) Rp 38 juta. Rata-rata harian GA4 1–7 Oktober Rp 32 juta, 13–19 Oktober Rp 29 juta.
Uplift jendela = 402 − (38 × 5) = Rp 212 juta
Efek tunda = (38 − 32) × 7 = Rp 42 juta
Penurunan pasca-promo = (38 − 29) × 7 = Rp 63 juta
Inkremental bersih = 212 − 42 − 63 = Rp 107 juta
Keputusan: teaser 11.11 dipangkas dari 7 hari ke 3 hari, dan diskon utama turun ke 20% kecuali di halaman akuisisi.
Slide pertama laporan berbunyi “Rp 486 juta dalam 5 hari”. Angka untuk rapat adalah Rp 107 juta inkremental, sekitar Rp 129 juta setelah dikoreksi cakupan 82,7%: hampir empat kali lebih kecil, sebelum HPP, potongan platform, dan biaya iklan.
Laba kontribusi inkremental ≈ 129 × 48% = Rp 62 juta. Belanja iklan harian baseline Rp 6 juta, jadi belanja inkremental = 93 − (6 × 5) = Rp 63 juta. Hasilnya sekitar −Rp 1 juta, sebelum fee KOL. Itu pun optimistis: revenue baseline Rp 190 juta di jendela kampanye (sekitar Rp 230 juta di basis sistem order) juga terjual dengan diskon. Dengan asumsi diskon efektif rata-rata 20%, potongan untuk pembeli yang tetap akan membeli sekitar Rp 57 juta (230 ÷ 0,8 − 230). Estimasi kasarnya, kampanye ini rugi sekitar Rp 58 juta.
Jadi tuas utama 11.11 ada di checkout, bukan Meta: memulihkan rasio ke 46% bernilai sekitar Rp 77 juta laba kontribusi (Rp 161 juta × 48%) dari traffic yang sama, dan keputusan Angka 5 menghentikan diskon yang bocor ke pelanggan lama.
Template Laporan Pasca-Kampanye Satu Halaman
Salin ke Notion (tabelnya terkonversi otomatis), atau tempel bagian tabel ke Google Sheets. Kalau tidak muat satu halaman, ada angka yang tidak mendorong keputusan dan sebaiknya pindah ke lampiran.
LAPORAN PASCA-KAMPANYE: [Nama kampanye]
Disusun: [nama], [tanggal] Disetujui: [nama], [tanggal]
JENDELA
Kampanye : [tgl]–[tgl] ([n] hari)
Baseline : [tgl]–[tgl] (hari dalam minggu sama, tanpa promo)
Sebelum : [tgl]–[tgl] Sesudah: [tgl]–[tgl]
RINGKASAN (isi terakhir)
Revenue sistem order : Rp ...
Inkremental bersih : Rp ... (terkoreksi cakupan: Rp ...)
Total belanja iklan : Rp ...
Laba kontribusi kampanye (estimasi): Rp ...
Keputusan utama untuk kampanye berikutnya: ...
| # | Angka | Kampanye | Baseline | Status (Hijau/Kuning/Merah) | Keputusan | PIC | Tenggat |
|----|-------------------------------|----------|----------|-----------------------------|-------------------|-----|---------|
| 1 | Cakupan tracking / Unassigned | | | | | | |
| 2a | ROAS Meta vs BE (...x) | | | | | | |
| 2b | ROAS Google non-brand vs BE | | | | | | |
| 2c | ROAS [channel lain] vs BE | | | | | | |
| 3 | Rasio checkout ke purchase | | | | | | |
| 4 | Audiens keranjang / kapasitas | | | | | | |
| 5 | Porsi revenue pelanggan lama | | | | | | |
| 6 | Inkremental bersih | | | | | | |
RISIKO DAN CATATAN DATA
- Selisih GA4 vs sistem order: ...% (penyebab yang diketahui: ...)
- Channel tanpa data biaya di GA4: ...
- Perubahan pengaturan GA4 selama periode: ...
Aturan kami: kolom Keputusan wajib berisi kata kerja dan angka (“turunkan Meta ke Rp 60 juta”, “pindahkan Rp 14 juta ke prospecting”), bukan “dioptimalkan”. Setiap baris merah punya PIC dan tenggat sebelum H-7 kampanye berikutnya. Kalau datanya tidak ada, tulis “tidak ada data” dan alasannya.
Untuk 11.11, tenggat realistisnya 4 November; setelah itu, perubahan besar di kampanye iklan berisiko mengulang fase belajar (lihat checklist persiapan 11.11 40 hari). Definisi CAC, ROAS, dan margin kontribusi yang dipakai rapat sebaiknya disamakan dulu lewat panduan metrik CAC, LTV, dan ROAS.
Bagaimana Eranya Digital Membantu
Enam angka di atas hanya bisa dipercaya kalau event e-commerce, UTM, dan checkout-nya benar. Itu pekerjaan kami untuk klien, sampai dashboard Looker Studio yang menampilkan keenamnya setiap selesai kampanye.
Untuk menguji laporan 10.10 Anda dengan kerangka ini sebelum budget 11.11 dikunci, jadwalkan sesi strategi bersama tim kami.
Sumber Referensi
<script type="application/ld+json">
[
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Article",
"headline": "Evaluasi Kampanye GA4 Pasca 10.10: 6 Angka Wajib Sebelum 11.11",
"description": "Evaluasi kampanye GA4 setelah 10.10: 6 angka, jalur laporan, ambang baik dan buruk, keputusan untuk 11.11, plus template laporan pasca-kampanye satu halaman.",
"image": "https://eranya.digital/images/blog/sinyal-perilaku-pengguna.webp",
"author": {"@type": "Organization", "name": "Eranya Digital", "url": "https://eranya.digital"},
"publisher": {"@type": "Organization", "name": "PT Eranya Digital Nusantara", "logo": {"@type": "ImageObject", "url": "https://eranya.digital/images/logo.png"}},
"datePublished": "2026-10-23",
"dateModified": "2026-10-23",
"mainEntityOfPage": {"@type": "WebPage", "@id": "https://eranya.digital/id/blog/evaluasi-kampanye-10-10-ga4/"},
"inLanguage": "id-ID",
"keywords": ["evaluasi kampanye GA4", "laporan pasca kampanye", "template laporan kampanye marketing", "roas break-even", "funnel exploration GA4", "cara evaluasi kampanye iklan"],
"articleSection": "Strategi"
},
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "FAQPage",
"mainEntity": [
{"@type": "Question", "name": "Metrik GA4 apa yang paling penting untuk evaluasi kampanye promo?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Mulai dari cakupan tracking (revenue GA4 dibanding revenue di sistem order Anda), karena semua angka lain tidak bisa dipercaya kalau cakupannya rendah. Setelah itu: revenue dan ROAS per channel dibanding ROAS break-even, rasio checkout ke purchase, ukuran audiens keranjang tertinggal, porsi revenue dari pelanggan lama, dan revenue inkremental bersih setelah dikurangi efek tunda sebelum promo dan penurunan setelahnya. Keenamnya masing-masing menjawab satu keputusan anggaran atau operasional untuk kampanye berikutnya."}},
{"@type": "Question", "name": "Kenapa revenue di GA4 berbeda dengan Shopify atau Meta Ads Manager?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Karena ketiganya mengukur hal yang berbeda. Sistem order mencatat semua order yang sudah dibayar. GA4 hanya mencatat transaksi yang event purchase-nya berhasil terkirim, sehingga pengunjung yang memakai ad blocker, menolak cookie, atau menyelesaikan pembayaran di aplikasi lain bisa tidak tercatat. Meta Ads Manager memakai jendela atribusinya sendiri (secara default klik 7 hari dan tayangan 1 hari), sehingga satu penjualan bisa diklaim Meta sekaligus dikreditkan GA4 ke channel lain. Selisih itu normal. Yang perlu dijaga adalah selisihnya stabil dan diketahui besarnya."}},
{"@type": "Question", "name": "Bagaimana cara menghitung ROAS break-even untuk kampanye diskon?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "ROAS break-even = 1 ÷ margin kontribusi sebelum biaya iklan, dalam persen harga jual setelah diskon. Kalau setelah HPP, potongan platform, dan fulfillment Anda masih menyisakan 48% dari harga promo, ROAS break-even Anda 1 ÷ 0,48 = 2,08x. Channel dengan ROAS di bawah angka itu menghasilkan rugi kontribusi pada setiap penjualan yang dikreditkan kepadanya, kecuali Anda punya bukti bahwa channel tersebut memulai jalur pembelian yang ditutup channel lain."}},
{"@type": "Question", "name": "Berapa lama periode pembanding yang ideal untuk evaluasi kampanye?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Gunakan jumlah hari yang sama dengan jendela kampanye, dengan hari dalam minggu yang sama, dari periode normal tanpa promo besar. Untuk kampanye 5 hari yang dimulai hari Kamis, bandingkan dengan 5 hari mulai Kamis beberapa minggu sebelumnya. Tambahkan juga 7 hari sebelum dan 7 hari sesudah kampanye sebagai jendela terpisah, karena di situ efek pembeli yang menunda belanja dan penurunan setelah promo terlihat."}}
]
}
]
</script>
Footnotes
-
Google Analytics Help. [GA4] Data retention. support.google.com/analytics/answer/7667196 Pengaturan retensi data 2 bulan dan 14 bulan, serta dampaknya pada Explore. ↩
-
Google Analytics Help. [GA4] Data thresholds. support.google.com/analytics/answer/9383630 Kapan GA4 menerapkan threshold pada laporan dan eksplorasi, serta kaitannya dengan Google signals. ↩
-
Google Analytics Help. [GA4] Default channel group. support.google.com/analytics/answer/9756891 Aturan GA4 dalam mengelompokkan sesi ke channel, termasuk kondisi yang membuat sesi masuk ke Unassigned. ↩
-
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022 Dasar pemrosesan data pribadi (Pasal 20) dan sanksi administratif (Pasal 57). ↩
-
Google Analytics Help. [GA4] Get started with attribution. support.google.com/analytics/answer/10596866 Model atribusi yang tersedia di GA4 dan laporan Attribution paths (dulu Conversion paths). ↩
-
Google Analytics Help. Import campaign data. support.google.com/analytics/answer/10071305 Campaign Data Import untuk biaya, klik, dan impresi, termasuk konektor Meta dan TikTok. ↩
-
Meta Business Help Center. About attribution models and attribution settings. facebook.com/business/help/460276478298895 Penjelasan jendela atribusi klik dan tayangan pada Meta Ads Manager. ↩
Pertanyaan Seputar Evaluasi Kampanye di GA4
Metrik GA4 apa yang paling penting untuk evaluasi kampanye promo?
Mulai dari cakupan tracking (revenue GA4 dibanding revenue di sistem order Anda), karena semua angka lain tidak bisa dipercaya kalau cakupannya rendah. Setelah itu: revenue dan ROAS per channel dibanding ROAS break-even, rasio checkout ke purchase, ukuran audiens keranjang tertinggal, porsi revenue dari pelanggan lama, dan revenue inkremental bersih setelah dikurangi efek tunda sebelum promo dan penurunan setelahnya. Keenamnya masing-masing menjawab satu keputusan anggaran atau operasional untuk kampanye berikutnya.
Kenapa revenue di GA4 berbeda dengan Shopify atau Meta Ads Manager?
Karena ketiganya mengukur hal yang berbeda. Sistem order mencatat semua order yang sudah dibayar. GA4 hanya mencatat transaksi yang event purchase-nya berhasil terkirim, sehingga pengunjung yang memakai ad blocker, menolak cookie, atau menyelesaikan pembayaran di aplikasi lain bisa tidak tercatat. Meta Ads Manager memakai jendela atribusinya sendiri (secara default klik 7 hari dan tayangan 1 hari), sehingga satu penjualan bisa diklaim Meta sekaligus dikreditkan GA4 ke channel lain. Selisih itu normal. Yang perlu dijaga adalah selisihnya stabil dan diketahui besarnya.
Bagaimana cara menghitung ROAS break-even untuk kampanye diskon?
ROAS break-even = 1 ÷ margin kontribusi sebelum biaya iklan, dalam persen harga jual setelah diskon. Kalau setelah HPP, potongan platform, dan fulfillment Anda masih menyisakan 48% dari harga promo, ROAS break-even Anda 1 ÷ 0,48 = 2,08x. Channel dengan ROAS di bawah angka itu menghasilkan rugi kontribusi pada setiap penjualan yang dikreditkan kepadanya, kecuali Anda punya bukti bahwa channel tersebut memulai jalur pembelian yang ditutup channel lain.
Berapa lama periode pembanding yang ideal untuk evaluasi kampanye?
Gunakan jumlah hari yang sama dengan jendela kampanye, dengan hari dalam minggu yang sama, dari periode normal tanpa promo besar. Untuk kampanye 5 hari yang dimulai hari Kamis, bandingkan dengan 5 hari mulai Kamis beberapa minggu sebelumnya. Tambahkan juga 7 hari sebelum dan 7 hari sesudah kampanye sebagai jendela terpisah, karena di situ efek pembeli yang menunda belanja dan penurunan setelah promo terlihat.