Pola yang paling sering kami lihat di pemilik cafe dan salon: transfer Rp 1,5 juta ke seorang kreator, videonya tayang, views-nya lumayan, lalu tiga minggu kemudian tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan sederhana, “Itu balik modal atau tidak?”
Dari kasus-kasus seperti itu, yang hilang biasanya sama: brief tertulis, kesepakatan bayar yang jelas, dan pencatatan kode di kasir. Di bawah ada template brief micro influencer, tabel model bayar, dan sheet ROI per kode untuk ketiganya. Siapkan sekali (sekitar dua jam total), lalu tiap kolaborasi berikutnya sekitar 70 menit: 45 menit menyaring kandidat, 5 menit mengisi brief, 10 menit membuat kode, 10 menit mengecek draft.
Kalau Anda belum yakin influencer cocok untuk usaha Anda dibanding referral atau UGC pelanggan sendiri, baca dulu gambaran besarnya di panduan pemasaran dari mulut ke mulut. Artikel ini fokus ke satu hal: menjalankan kolaborasi micro influencer dengan rapi dan terukur.
Ringkasan Cepat
- Micro influencer (10rb–50rb followers) paling masuk akal untuk usaha lokal kalau followers-nya tinggal di radius yang bisa datang ke tempat Anda. Minta screenshot lokasi audiens sebelum sepakat.
- Brief satu halaman mencegah sebagian besar drama: revisi tanpa akhir, posting telat, lupa label iklan, lupa sebut kode.
- Pilih model bayar (fee, barter, komisi, atau hybrid) dari hitungan margin dan seberapa besar risiko yang sanggup Anda tanggung. Rate card kreator hanya titik awal negosiasi.
- Satu influencer, satu kode diskon unik. Tanpa kode, Anda hanya punya angka views.
- Rekap 15 menit tiap Senin di satu sheet sudah cukup untuk tahu siapa yang layak dipakai lagi.
Sebelum Brief: Saring Dulu, 45 Menit
Sebelum menulis brief, pastikan kreatornya tepat. Untuk usaha offline, filter terpenting adalah lokasi audiens. Kreator kuliner dengan 40rb followers yang mayoritas tinggal di Surabaya tidak akan mengisi kursi cafe Anda di Tangerang, sebagus apa pun videonya.
Minta tiga screenshot dari menu Insight akun mereka (di Instagram biasanya lewat Dasbor profesional, bagian insight akun dan followers)1:
- Kota teratas followers.
- Rentang usia dan gender.
- Jangkauan (reach) rata-rata 3–5 Reels terakhir (jumlah followers saja tidak banyak bicara).
Kreator yang menolak mengirim ini biasanya punya alasan, jadi coret dari daftar.
Estimasi waktu: 30 menit mencari 8–10 kandidat lewat tagar lokal dan akun yang sudah pernah menandai usaha Anda, 15 menit membaca screenshot dan memilih 2–3.
Satu catatan dari pengalaman: kandidat terbaik sering sudah ada di tab “Ditandai” akun Anda. Mereka pernah datang, bayar sendiri, dan posting tanpa diminta.
Template Brief Micro Influencer (Copy-Paste)
Jangan kirim brief 12 poin tanpa pembuka. Kirim dulu pesan singkat ini lewat DM atau WhatsApp, lalu brief menyusul setelah kreator membalas:
Halo Kak [nama], saya [nama], pemilik [usaha] di [area]. Saya lihat
video Kakak soal [konten spesifik] dan suka cara Kakak [hal spesifik].
Saya mau ajak kolaborasi 1 Reels + 3 Story bulan ini (berbayar, detail
fee/produk ada di brief). Boleh saya kirim brief singkatnya?
Kalau cocok, sekalian minta screenshot kota teratas followers
dan reach 3 Reels terakhir ya, Kak.
Berikut contoh brief influencer (sering juga disebut brief KOL) yang bisa Anda salin. Setelah ada balasan, tempel blok di bawah ke Google Docs atau Notes, isi bagian dalam kurung siku, lalu kirim sebagai PDF atau teks di WhatsApp. Pengisian pertama makan waktu sekitar 20 menit. Setelah itu, untuk influencer berikutnya Anda cukup ganti nama, kode, dan tanggal, lima menit selesai.
BRIEF KOLABORASI: [NAMA USAHA] x [NAMA KREATOR]
Tanggal brief: [dd/mm/yyyy]
1. TENTANG KAMI (2 kalimat)
[Nama usaha] adalah [jenis usaha] di [area]. Pelanggan kami kebanyakan
[siapa, misal: pekerja muda yang cari tempat kerja nyaman di akhir pekan].
2. TUJUAN KOLABORASI (pilih satu)
[ ] Pelanggan baru datang ke lokasi dalam 14 hari
[ ] Booking lewat WhatsApp
[ ] Pembelian produk tertentu: [nama produk]
3. YANG PERLU DIBUAT
- 1 Reels/TikTok, durasi 30–60 detik, format vertikal
- 3 Instagram Story (hari posting), minimal 1 dengan stiker link ke:
[link WA/Maps/website]
- Tanggal posting: antara [tgl] dan [tgl], jam sesuai jam ramai audiens
Kakak (lihat insight)
4. PESAN UTAMA (maksimal 3, pakai gaya bicara Kakak sendiri)
- [contoh: kopi susu gula aren kami pakai gula aren cair buatan sendiri]
- [contoh: ada colokan di tiap meja, WiFi stabil]
- [contoh: buka mulai jam 7 pagi]
5. WAJIB TAMPIL
- Wajah/ekspresi Kakak saat mencoba [produk/layanan]
- Tampak depan lokasi atau papan nama (supaya penonton tahu tempatnya)
- Kode diskon di layar (teks) DAN disebut secara lisan
6. JANGAN
- Menyebut atau menampilkan kompetitor
- Klaim yang tidak bisa kami buktikan (misal "paling murah se-Tangerang",
atau klaim hasil medis/kecantikan)
- Memakai lagu populer berlisensi. Pakai Commercial Music Library
(TikTok) atau Meta Sound Collection / audio bebas royalti (Instagram)
karena ini konten berbayar.
7. KODE DISKON
Kode: [NAMAKREATOR15]
Isi: diskon [15]% untuk [syarat, misal: minimal belanja Rp 50.000]
Berlaku: [tgl mulai] s.d. [tgl akhir], 1x per pelanggan
Cara pakai: sebut kode di kasir / ketik kode saat chat WhatsApp
8. LABEL IKLAN
Wajib memakai label "Kemitraan berbayar" (Instagram) atau pengaturan
pengungkapan konten bermerek (TikTok), serta mencantumkan #iklan atau
#kerjasama di caption.
9. PERSETUJUAN DRAFT
Kirim draft video via WhatsApp H-2 sebelum posting.
Kami beri masukan maksimal 1x dalam 24 jam. Setelah itu, silakan posting.
10. HAK PAKAI KONTEN
[ ] Hanya di akun kreator
[ ] Boleh kami repost di akun kami (dengan kredit)
[ ] Boleh kami pakai sebagai iklan berbayar selama [30] hari
(biaya tambahan: Rp [ ])
[ ] Kreator memberi izin iklan kemitraan (partnership ads) lewat
pengaturan label kemitraan di postingan atau di Dasbor profesional
11. PEMBAYARAN
Model: [fee / barter / komisi / hybrid]
Rincian: [lihat kesepakatan]
Termin (fee/hybrid): [50% saat sepakat, 50% setelah posting dan
laporan diterima]
Komisi: dibayar tiap [tgl] berdasarkan rekap kode
Barter: produk/layanan diberikan saat kunjungan [tgl]
12. LAPORAN (7 hari setelah posting)
Screenshot insight: jangkauan, views, like, simpan, bagikan,
ketukan stiker link. Kirim via WhatsApp ke [nomor].
Kontak: [nama PIC], [nomor WhatsApp]
Beberapa bagian di atas terlihat sepele tapi sengaja kami taruh karena sering jadi sumber masalah:
- Poin 4 dibatasi tiga pesan. Kalau Anda kasih sepuluh, kreator akan membaca semuanya seperti iklan, dan penonton langsung skip.
- Poin 9 membatasi revisi satu kali. Ini melindungi waktu Anda sama besarnya dengan waktu kreator. Revisi bolak-balik lima kali adalah cara tercepat merusak hubungan.
- Poin 8 soal label iklan bukan formalitas. Instagram dan TikTok sama-sama mewajibkan pengungkapan konten bermerek yang dibayar, termasuk yang dibayar dengan barang atau imbalan lain.23
- Poin 10 perlu diputuskan di awal. Kalau belakangan Anda ingin menjadikan video itu iklan Meta, harganya biasanya naik karena dianggap permintaan baru. Kotak ketiga dan keempat saling terkait: iklan kemitraan hanya bisa dibuat kalau kreator sudah mengaktifkan izin untuk akun Anda (kotak keempat). Tanpa itu, pengaturan iklan di Ads Manager akan mentok.4
Fee, Barter, Komisi, atau Hybrid?
Ini keputusan yang paling sering diambil dengan perasaan (“kasihan kalau cuma barter”) atau gengsi (“nggak enak nawarin komisi doang ke kreator 30rb”). Lebih aman diputuskan dengan tabel.
| Model | Cara kerja | Cocok kalau | Risiko untuk Anda | Waktu admin |
|---|---|---|---|---|
| Fee tetap | Bayar sejumlah uang per paket konten | Anda butuh kepastian tanggal, format, dan laporan | Bayar penuh walau hasil nol | Rendah, 1x transfer |
| Barter | Produk/layanan gratis ditukar konten | Kreator di bawah ±20rb dan sudah suka produk Anda; biaya pokok rendah | Posting bisa molor atau tidak terjadi | Rendah |
| Komisi afiliasi | Persentase dari penjualan yang pakai kode | Produk dijual online, kreator percaya diri dengan audiensnya | Kreator besar jarang mau; hitung komisi tiap bulan | Sedang, rekap rutin |
| Hybrid | Fee kecil + komisi per transaksi berkode | Kolaborasi pertama dengan kreator yang belum terbukti | Kecil: paling buruk rugi fee kecil; perlu disiplin rekap | Sedang |
Pendapat kami untuk usaha lokal dengan pelanggan datang langsung: hybrid untuk kolaborasi pertama, fee tetap untuk kreator yang sudah terbukti membawa transaksi, dan barter hanya untuk kreator kecil yang memang pelanggan Anda. Satu catatan soal barter: karena tidak ada uang yang berpindah, banyak pemilik usaha sungkan menagih laporan atau menegur posting yang telat. Kalau Anda tipe yang sungkan, bayar fee kecil saja supaya hak Anda meminta laporan jadi jelas.
Untuk salon dan klinik, jadwalkan kunjungan kreator di jam sepi hari kerja supaya tidak memakan slot pelanggan yang membayar. Khusus klinik, tambahkan larangan konten before/after dan klaim hasil ke poin 6, lalu minta penanggung jawab medis klinik membaca brief sebelum dikirim.
Soal pajak: honor ke influencer perorangan umumnya termasuk objek PPh 21 untuk bukan pegawai. Usaha kecil sering melewatkan ini. Kalau usaha Anda sudah berbentuk PT atau CV dengan pembukuan rapi, tanyakan ke konsultan pajak Anda sebelum transfer pertama.5
Kode Diskon Unik: 10 Menit per Kreator
Aturannya sederhana: satu influencer, satu kode. Format yang mudah diucapkan dan tidak mudah salah ketik: nama panggilan kreator + angka diskon, misalnya RARA15 atau DIMAS10.
Setup yang perlu Anda lakukan:
- Buat kode di sistem kasir kalau aplikasinya punya fitur promo atau diskon (sebagian besar aplikasi kasir populer seperti Moka, Majoo, atau Pawoon punya). Kalau tidak ada, cukup lembar tally di meja kasir.
- Beri batasan: masa berlaku 14–30 hari, satu kali per pelanggan, minimal belanja. Tanpa batasan, kode bisa menyebar ke grup promo dan Anda membayar diskon untuk pelanggan lama yang sebenarnya tetap akan datang. Kalau kasir Anda tidak bisa mengecek pemakaian per pelanggan, ganti syarat menjadi “1x per transaksi” dan andalkan minimal belanja serta masa berlaku sebagai pembatas.
- Brief kasir selama lima menit: setiap ada yang menyebut kode, catat kode, jam, dan nominal. Ini langkah yang paling sering bocor saat kasir sibuk.
- Untuk penjualan lewat website, tambahkan link ber-UTM (misalnya
?utm_source=instagram&utm_medium=influencer&utm_campaign=rara-okt26) agar klik terbaca di Google Analytics.6 Cara membaca datanya kami bahas di panduan GA4 dan atribusi. - Kalau pelanggan menebus kode lewat chat, beri label “Kode: RARA15” di WhatsApp Business. Pola labelnya sama dengan yang ada di panduan WhatsApp Business sebagai CRM.
Kode ini tidak akan menangkap semua dampak. Ada orang yang lihat video, datang dua minggu kemudian, dan lupa kodenya. Terima saja bahwa angka Anda adalah batas bawah. Jadi kalau sheet menunjukkan impas, kemungkinan besar kolaborasinya sedikit untung.
Sheet ROI per Kode (Rekap 15 Menit Tiap Senin)
Buat satu Google Sheet dengan kolom berikut. Isi baris tiap influencer, lalu update angka transaksi setiap Senin pagi dari laporan kasir. Persentase diskon dan komisi diisi per baris, jadi kreator dengan diskon atau model bayar berbeda tetap terhitung benar tanpa mengubah rumus.
Sebelum mulai, isi satu sel pengaturan: ketik “HPP %” di O1 dan persentase HPP rata-rata Anda (misalnya 40%) di P1.
| Kolom | Isi | Rumus (Google Sheets) |
|---|---|---|
| A | Kode | ketik manual |
| B | Nama kreator | ketik manual |
| C | Model bayar | fee / barter / komisi / hybrid |
| D | Diskon % | ketik manual, misal 15% |
| E | Komisi % | ketik manual; 0% untuk fee dan barter |
| F | Biaya tetap (fee atau HPP barter) | ketik manual |
| G | Jumlah transaksi berkode | dari kasir |
| H | Omzet kotor (sebelum diskon) | dari kasir |
| I | Diskon diberikan | =H2*D2 |
| J | HPP (biaya bahan) | =H2*$P$1 |
| K | Komisi | =(H2-I2)*E2 |
| L | Laba kotor dari kode | =H2-I2-J2-K2 |
| M | Laba bersih kolaborasi | =L2-F2 |
| N | ROI | =M2/(F2+K2) |
Diskon sudah dihitung sebagai pengurang laba di kolom L, jadi pembagi ROI hanya uang yang Anda keluarkan ke kreator (F + K).
Kenapa pakai HPP, bukan omzet? Karena kolaborasi yang terlihat membawa omzet Rp 3 juta bisa saja rugi setelah diskon dan biaya bahan dihitung. Pemilik usaha yang hanya melihat omzet cenderung memperpanjang kerja sama yang sebenarnya merugi. Kalau Anda belum punya angka HPP per transaksi, artikel metrik CAC, LTV, dan ROAS membantu menyusunnya.
Contoh Hitungan: Cafe di Gading Serpong, Tiga Kreator, 30 Hari
Angka di bawah adalah ilustrasi, disusun dari kisaran yang wajar untuk cafe kecil di Tangerang. Teras Kopi bukan nama klien sungguhan.
Teras Kopi punya rata-rata nilai transaksi Rp 65.000 dan HPP sekitar 40%. Misalkan pemiliknya mencoba tiga kreator di bulan yang sama, masing-masing dengan kode diskon 15%, berlaku 30 hari.
- Kreator A, 28rb followers, fee tetap Rp 1.500.000.
- Kreator B, 14rb followers, barter paket menu untuk dua orang senilai Rp 250.000 (HPP sekitar Rp 100.000).
- Kreator C, 45rb followers, hybrid: Rp 500.000 + komisi 10% dari omzet bersih berkode.
Hasil setelah 30 hari:
| Kreator A | Kreator B | Kreator C | |
|---|---|---|---|
| Transaksi berkode | 42 | 19 | 61 |
| Omzet kotor | Rp 2.730.000 | Rp 1.235.000 | Rp 3.965.000 |
| Diskon 15% | Rp 409.500 | Rp 185.250 | Rp 594.750 |
| HPP 40% | Rp 1.092.000 | Rp 494.000 | Rp 1.586.000 |
| Komisi | 0 | 0 | Rp 337.025 |
| Laba kotor dari kode | Rp 1.228.500 | Rp 555.750 | Rp 1.447.225 |
| Biaya tetap | Rp 1.500.000 | Rp 100.000 | Rp 500.000 |
| Laba bersih kolaborasi | −Rp 271.500 | Rp 455.750 | Rp 947.225 |
| ROI | −18% | 456% | 113% |
Yang menarik justru Kreator A. Di skenario ini, pemilik melewatkan langkah penyaringan untuk Kreator A karena portofolio videonya meyakinkan. Belakangan, setelah pemilik akhirnya meminta screenshot lokasi, terlihat sebagian besar followers-nya di Jakarta Selatan. Dari 42 transaksi berkode, hampir semuanya terjadi di Sabtu dan Minggu, pola khas pengunjung yang datang dari jauh. Dengan angka seperti ini, kami tidak akan memperpanjang Kreator A.
Kreator B dengan ROI 456% terlihat seperti juara, tapi angka mutlaknya kecil (untung sekitar Rp 456 ribu). Barter layak diulang, tapi tidak bisa jadi sumber pelanggan utama.
Kreator C layak dikontrak lagi dengan fee tetap sekitar Rp 850.000–1.000.000, kurang lebih total yang Anda bayar bulan ini, tetap dengan kode unik supaya hasilnya terus terukur. Itu pola yang kami sarankan: hybrid untuk uji coba, fee tetap untuk yang lolos.
Catatan jujur: angka 30 hari belum menghitung pelanggan yang kembali tanpa kode. Kalau cafe Anda punya program repeat order, tambahkan satu kolom “berapa dari pelanggan berkode yang datang lagi dalam 60 hari”. Nilai sesungguhnya seorang pelanggan ada di situ, seperti yang kami uraikan di artikel customer lifetime value.
Jadwal Mingguan agar Semuanya Jalan Sendiri
| Kapan | Tugas | Waktu |
|---|---|---|
| Sekali di awal | Siapkan template brief, sheet ROI, brief kasir | ±2 jam |
| Tiap kolaborasi baru | Saring kandidat, isi brief, buat kode | ±60 menit |
| H-2 posting | Cek draft, beri 1x masukan | 10 menit |
| Tiap Senin | Update sheet dari laporan kasir | 15 menit |
| Hari ke-30 | Putuskan: lanjut, ubah model bayar, atau stop | 15 menit |
Cara ini tidak cocok kalau Anda tidak punya satu orang yang bisa diandalkan untuk mencatat kode di kasir. Tanpa pencatatan, sheet ROI-nya akan kosong. Kalau itu kondisinya, lebih baik tunda influencer dan rapikan dulu pencatatan penjualan.
Satu hal lagi soal data. Kalau Anda mencatat nama atau nomor WhatsApp pelanggan yang memakai kode, simpan secukupnya, jangan bagikan ke kreator, dan hapus kalau sudah tidak dipakai. Ke kreator, bagikan angka jumlah transaksinya saja, jangan daftar pelanggan (UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi berlaku juga untuk usaha kecil).7
Kalau Ingin Ada yang Menjalankannya untuk Anda
Sebagian klien kami menjalankan sistem ini sendiri. Sebagian lain lebih memilih menyerahkan bagian yang menyita waktu: menyaring kreator, menyusun brief, memasang UTM dan halaman tujuan, lalu mengirim rekap bulanan yang bisa dibaca dalam dua menit.
Kalau Anda ingin ngobrol soal mana yang masuk akal untuk usaha Anda, jadwalkan sesi strategi gratis dengan tim Eranya Digital. Sesinya 30 menit, dan kami akan bilang terus terang kalau lebih masuk akal Anda jalankan sendiri.
Sumber Referensi
<script type="application/ld+json">
[
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Article",
"headline": "Template Brief Micro Influencer: Isi, Model Bayar, Kode Diskon",
"description": "Template brief micro influencer siap pakai untuk cafe, klinik, dan salon: isi brief, pilihan fee, barter, komisi, atau hybrid, plus sheet ROI per kode diskon.",
"image": "https://eranya.digital/images/blog/rented-land-social.webp",
"author": {"@type": "Organization", "name": "Eranya Digital", "url": "https://eranya.digital"},
"publisher": {"@type": "Organization", "name": "PT Eranya Digital Nusantara", "logo": {"@type": "ImageObject", "url": "https://eranya.digital/images/logo.png"}},
"datePublished": "2026-10-13",
"dateModified": "2026-10-13",
"mainEntityOfPage": {"@type": "WebPage", "@id": "https://eranya.digital/id/blog/brief-micro-influencer-template/"},
"inLanguage": "id-ID",
"keywords": ["template brief micro influencer", "brief influencer marketing", "cara bayar influencer barter atau fee", "kode diskon influencer", "cara menghitung ROI endorse", "micro influencer untuk UMKM", "contoh brief influencer", "brief endorse", "template brief KOL"],
"articleSection": "Konversi"
},
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "FAQPage",
"mainEntity": [
{"@type": "Question", "name": "Berapa tarif endorse micro influencer 10rb–50rb followers?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Tidak ada tarif baku. Angkanya bergantung pada niche, kota, format (Reels, TikTok, atau story), dan apakah Anda minta hak pakai konten untuk iklan. Daripada menebak dari rate card, hitung mundur dari margin Anda: berapa transaksi yang harus masuk lewat kode diskon supaya biaya itu balik. Contoh: fee Rp 1.500.000 dengan laba kotor Rp 29.000 per transaksi berkode butuh sekitar 52 transaksi untuk impas. Kalau angkanya tidak masuk akal, tawarkan model hybrid (fee kecil plus komisi) atau barter."}},
{"@type": "Question", "name": "Lebih baik bayar fee atau barter produk untuk influencer?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Barter cocok untuk kreator di bawah 20rb followers yang memang sudah suka produk Anda, dan untuk layanan yang nilai jualnya tinggi tapi biaya pokoknya rendah (misalnya treatment salon). Fee tetap memberi Anda kontrol lebih: jadwal posting, jumlah revisi, dan laporan insight bisa diminta dengan jelas. Untuk kolaborasi pertama dengan kreator baru, hybrid (fee kecil plus komisi per kode) biasanya paling adil untuk dua pihak."}},
{"@type": "Question", "name": "Bagaimana cara melacak hasil endorse influencer untuk bisnis offline?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Beri tiap influencer kode diskon unik (misalnya RARA15) yang disebut pelanggan di kasir atau di chat WhatsApp, lalu catat setiap pemakaian di satu sheet. Untuk penjualan online, tambahkan link dengan parameter UTM supaya terbaca di Google Analytics. Kode tetap wajib karena banyak pembeli datang langsung ke toko tanpa klik link apa pun."}},
{"@type": "Question", "name": "Apakah konten endorse wajib diberi label iklan atau paid partnership?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Ya, menurut aturan platform. Instagram meminta konten bermerek yang dibayar (uang maupun barang) memakai label Kemitraan berbayar, dan TikTok meminta kreator mengaktifkan pengaturan pengungkapan konten untuk konten bermerek. Masukkan kewajiban ini ke brief supaya tanggung jawabnya jelas, dan supaya konten Anda tidak dibatasi jangkauannya atau diturunkan."}}
]
}
]
</script>
Footnotes
-
Instagram Help Center. View account and content insights on Instagram. help.instagram.com/1533933820244654. Cara membuka insight akun dan konten, termasuk data followers. ↩
-
Instagram Help Center. Branded Content Policies. help.instagram.com/1695974997209192. Definisi konten bermerek sebagai konten yang dipengaruhi mitra bisnis dengan imbalan (exchange of value), serta kewajiban memakai label Kemitraan berbayar. Lihat juga How to use the paid partnership label to tag organic branded content on Instagram, help.instagram.com/1109894795810258. ↩
-
TikTok. Branded Content Policy. tiktok.com/legal/page/global/bc-policy/en. Kewajiban pengungkapan konten bermerek dan pengaturan pengungkapan konten bagi kreator. ↩
-
Instagram Help Center. About partnership ad permissions. help.instagram.com/442108830566254. Izin yang harus diberikan kreator agar brand bisa menjalankan iklan kemitraan dari kontennya. ↩
-
Kementerian Keuangan RI. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Orang Pribadi. jdih.kemenkeu.go.id/dok/pmk-168-tahun-2023/summary. Ketentuan PPh 21 untuk penerima penghasilan bukan pegawai. ↩
-
Google Analytics Help. [GA4] URL builders: Collect campaign data with custom URLs. support.google.com/analytics/answer/10917952. Cara memakai parameter UTM untuk melacak kampanye. ↩
-
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. peraturan.bpk.go.id. Kewajiban pengendali data pribadi, termasuk pelaku usaha. ↩
Pertanyaan Seputar Brief dan Pembayaran Micro Influencer
Berapa tarif endorse micro influencer 10rb–50rb followers?
Tidak ada tarif baku. Angkanya bergantung pada niche, kota, format (Reels, TikTok, atau story), dan apakah Anda minta hak pakai konten untuk iklan. Daripada menebak dari rate card, hitung mundur dari margin Anda: berapa transaksi yang harus masuk lewat kode diskon supaya biaya itu balik. Contoh: fee Rp 1.500.000 dengan laba kotor Rp 29.000 per transaksi berkode butuh sekitar 52 transaksi untuk impas. Kalau angkanya tidak masuk akal, tawarkan model hybrid (fee kecil plus komisi) atau barter.
Lebih baik bayar fee atau barter produk untuk influencer?
Barter cocok untuk kreator di bawah 20rb followers yang memang sudah suka produk Anda, dan untuk layanan yang nilai jualnya tinggi tapi biaya pokoknya rendah (misalnya treatment salon). Fee tetap memberi Anda kontrol lebih: jadwal posting, jumlah revisi, dan laporan insight bisa diminta dengan jelas. Untuk kolaborasi pertama dengan kreator baru, hybrid (fee kecil plus komisi per kode) biasanya paling adil untuk dua pihak.
Bagaimana cara melacak hasil endorse influencer untuk bisnis offline?
Beri tiap influencer kode diskon unik (misalnya RARA15) yang disebut pelanggan di kasir atau di chat WhatsApp, lalu catat setiap pemakaian di satu sheet. Untuk penjualan online, tambahkan link dengan parameter UTM supaya terbaca di Google Analytics. Kode tetap wajib karena banyak pembeli datang langsung ke toko tanpa klik link apa pun.
Apakah konten endorse wajib diberi label iklan atau paid partnership?
Ya, menurut aturan platform. Instagram meminta konten bermerek yang dibayar (uang maupun barang) memakai label Kemitraan berbayar, dan TikTok meminta kreator mengaktifkan pengaturan pengungkapan konten untuk konten bermerek. Masukkan kewajiban ini ke brief supaya tanggung jawabnya jelas, dan supaya konten Anda tidak dibatasi jangkauannya atau diturunkan.