Konversi

Contoh Welcome Email Toko Online: 3 Template Hari 0, 2, 5

Pembeli pertama datang dari iklan, bayar, terima paket, lalu hilang. Tidak ada yang menyapa mereka setelah struk, dan enam bulan kemudian pemiliknya bertanya kenapa biaya iklan terus naik. Pola ini kami temui di hampir setiap toko online kecil yang datang ke kami.

Hari ini, 27 September, kita memperingati Hari Bakti Postel. Dulu kantor pos yang mengantar surat terima kasih toko ke pelanggan; sekarang tugas itu dipegang kotak masuk email, dan kebanyakan toko hanya mengirim invoice.

Di bawah ini ada contoh welcome email untuk toko online: tiga email yang dikirim otomatis ke setiap pembeli baru pada hari ke-0, ke-2 dan ke-5. Salin templatenya, pasang dalam satu sore, lalu biarkan jalan sendiri.


Ringkasan Cepat

  • Tiga email, satu tugas per email. Hari 0 menenangkan, hari 2 membantu memakai produk, hari 5 mengajak beli lagi.
  • Waktu setup total sekitar 3–3,5 jam (bisa sampai hampir 4 jam kalau domain belum ada), sekali saja. Setelah itu perawatannya sekitar 3 menit per hari untuk impor pembeli, atau nol kalau toko Anda sudah terhubung langsung ke tool email.
  • Tool gratis sudah cukup. MailerLite atau Brevo sama-sama punya automation berurutan di paket gratisnya.
  • Butuh domain sendiri untuk alamat pengirim. MailerLite tidak mengizinkan alamat pengirim @gmail.com.1 Di Brevo, alamat @gmail.com tidak bisa diautentikasi dan domain pengirimnya akan diganti otomatis menjadi @brevosend.com, yang terlihat kurang meyakinkan bagi pembeli.2
  • Minta izin di checkout. Satu kotak centang yang tidak dicentang otomatis, plus penjelasan tujuannya, memberi Anda dasar persetujuan eksplisit (Pasal 20 ayat (2) huruf a UU PDP), dan daftar kontak yang memang mau membaca.3

Kenapa Welcome Email Dipecah Jadi 3: Pola Hari 0, 2, 5

Satu email sambutan yang berisi segalanya (terima kasih, cara pakai, diskon, ajakan follow Instagram) hampir selalu gagal. Pembeli membaca kalimat pertama, melihat kata “diskon”, lalu menganggapnya promosi biasa.

Memecahnya jadi tiga membuat setiap email punya alasan untuk dibuka. Urutannya mengikuti apa yang sebenarnya dipikirkan pembeli:

HariYang ada di kepala pembeliTugas email
0 (menit setelah bayar)“Ini toko beneran? Paketnya aman?”Menenangkan, memperkenalkan orang di balik toko
2 (sekitar paket tiba)“Ini dipakainya gimana biar hasilnya bagus?”Membantu, mencegah kecewa karena salah pakai
5 (produk sudah terpakai)“Oke juga. Ada yang lain?”Minta pendapat, lalu buka pintu pembelian kedua

Jadwal hari ke-2 ini berasumsi pengiriman 1–3 hari, yang wajar untuk kiriman dalam Pulau Jawa. Kalau separuh pembeli Anda di Sumatra, Kalimantan atau Indonesia Timur dengan layanan reguler, email “cara pakai” akan tiba sebelum paketnya, jadi pakai jadwal 0, 4 dan 8 (alasan di balik jarak antarpesan ini ada di artikel timing follow-up pelanggan).


3 Contoh Welcome Email Siap Salin

Template 1: Hari 0, Dikirim Segera Setelah Pesanan Masuk

Email ini tidak menggantikan konfirmasi pesanan atau invoice dari sistem toko Anda. Email ini dikirim terpisah, 10–30 menit setelahnya, dan terasa ditulis manusia.

Pilihan subject line:

  1. Siapa yang mengemas pesanan Anda, [Nama]?
  2. Terima kasih sudah memilih [Nama Toko]
  3. Dari saya, [Nama Pemilik], pemilik [Nama Toko]

Opsi ketiga biasanya paling terasa personal, tapi hanya cocok kalau Anda memang mau namanya muncul dan bisa membalas email yang masuk.

Halo [Nama],

Saya [Nama Pemilik], pemilik [Nama Toko]. Terima kasih sudah memesan
[Nama Produk]. Pesanan Anda sudah kami catat dan akan dikemas
dalam 1 hari kerja.

Yang mengemas pesanan Anda: [nama staf/pemilik], yang [detail kecil,
misalnya "menimbang ulang setiap bungkus"].

Supaya Anda tidak perlu menebak-nebak:

- Paket dikirim lewat [kurir]. Nomor resi akan kami kirim lewat
  [email konfirmasi / WhatsApp] paling lambat [jam/hari].
- Estimasi tiba: [2–3 hari kerja untuk Jawa, 4–7 hari untuk luar Jawa].
- Ada yang salah dengan pesanan? Balas email ini atau chat kami di
  WhatsApp [nomor]. Yang membalas saya atau [nama staf], bukan bot.

Satu hal kecil: [tips singkat sebelum produk datang, misalnya
"siapkan toples kedap udara untuk menyimpan biji kopinya"].

Salam,
[Nama Pemilik]
[Nama Toko]

Waktu yang dibutuhkan untuk menyesuaikan template ini: sekitar 20 menit.

Yang sengaja tidak ada: diskon, katalog produk lain, ajakan follow media sosial. Email ini cukup memastikan pesanannya aman.

Template 2: Hari 2, Dikirim Mendekati Paket Tiba

Ini email yang paling sering dilewati pemilik toko, padahal paling murah dibuat. Sebagian besar keluhan dan ulasan bintang tiga yang kami baca berasal dari cara pakai yang salah. Kopi diseduh dengan air mendidih, serum dipakai setelah pelembap, sepatu kulit dicuci pakai sabun cuci piring.

Pilihan subject line:

  1. Sebelum Anda buka paketnya, baca ini dulu
  2. 3 hal sebelum Anda pakai [Nama Produk]
  3. Kesalahan yang paling sering kami lihat soal [kategori produk]
Halo [Nama],

Kalau kurirnya sesuai jadwal, paket Anda tiba dalam satu-dua hari
ini (atau mungkin sudah di tangan). Sebelum dipakai, ada tiga hal yang kami pelajari dari
[jumlah] pelanggan sebelum Anda:

1. [Tips paling penting, satu kalimat, konkret]
2. [Kesalahan yang paling sering terjadi dan cara menghindarinya]
3. [Cara menyimpan / merawat supaya awet]

Kalau lebih suka lihat langsung, kami punya video singkatnya di sini:
[link video atau halaman panduan]

Kalau hasilnya belum sesuai harapan, jangan buru-buru kecewa dulu.
Balas email ini dengan foto atau cerita singkat, kami bantu cari
penyebabnya.

Salam,
[Nama Pemilik]

Waktu menulis: 30–45 menit. Sumber tips terbaiknya ada di WhatsApp Anda: buka chat seminggu terakhir, cari pertanyaan yang berulang, dan jadikan itu isi email ini.

Isi [jumlah] hanya dengan angka yang benar. Kalau toko Anda baru, hapus saja bagian itu.

Template 3: Hari 5, Minta Pendapat dan Buka Pintu Pembelian Kedua

Baru di email ketiga, Anda boleh menjual, dengan urutan: tanya dulu, tawarkan kemudian.

Pilihan subject line:

  1. Bagaimana [Nama Produk]-nya, [Nama]?
  2. Satu pertanyaan singkat dari [Nama Toko]
  3. Untuk pesanan kedua Anda (berlaku 7 hari)

Opsi ketiga lebih langsung. Pakai kalau produk Anda habis pakai dengan siklus pendek (kopi, makanan, skincare). Untuk produk tahan lama seperti tas atau furnitur, dua opsi pertama lebih cocok.

Halo [Nama],

Mestinya [Nama Produk] sudah Anda pakai beberapa hari ini.
Saya penasaran: bagaimana hasilnya?

Cukup balas email ini dengan satu kalimat. Saya baca semuanya
sendiri. [Hapus kalimat berikut kalau belum benar:] Beberapa produk
kami yang sekarang ada karena masukan pelanggan.

Kalau Anda suka, ini untuk pesanan berikutnya:
kode [KODE] untuk [potongan Rp... / gratis ongkir],
[pilih satu: "berlaku 7 hari sejak email ini Anda terima" /
"berlaku sampai akhir bulan ini"].

Pesan lagi di sini: [link toko/halaman produk]

Terima kasih sudah mencoba [Nama Toko].
[Nama Pemilik]

P.S. Lebih nyaman pesan lewat chat? WhatsApp [nomor].

[footer berhenti berlangganan otomatis dari MailerLite/Brevo muncul di sini]

Waktu menulis: sekitar 20 menit. Tentukan dulu besaran insentifnya, dan pastikan margin Anda masih sehat setelah potongan.

Automation mengirim teks yang sama ke semua orang, jadi kodenya juga sama, kecuali integrasi toko Anda bisa membuat kode unik. Pilih baris masa berlaku sesuai jenis kodenya. Kode unik per pembeli (bisa di Shopify atau WooCommerce kalau integrasinya mendukung): pakai “berlaku 7 hari”. Satu kode bersama yang diganti tiap bulan: pakai “berlaku sampai akhir bulan ini”, dan hapus “(berlaku 7 hari)” dari subject line opsi ketiga. Untuk pesanan WhatsApp dengan kode 7 hari, cek tanggal email pelanggan saat kodenya dipakai. Kode “berlaku 7 hari” yang masih jalan bulan depan melatih pelanggan mengabaikan batas waktu Anda. Strategi lengkapnya ada di artikel strategi repeat order.


Jam Kirim yang Kami Pakai

Tidak ada jam ajaib yang berlaku untuk semua toko. Ini titik awal yang kami pakai untuk klien, lalu disesuaikan setelah sebulan melihat data buka email.

EmailKapanJam (WIB)Catatan
Hari 010–30 menit setelah pesananKapan sajaJangan ditunda ke besok pagi
Hari 22 hari setelah pesanan09.00Saat orang mengecek HP sebelum mulai kerja
Hari 55 hari setelah pesanan19.00Saat santai, lebih mungkin membalas dan belanja

Pesanan yang masuk sebelum sekitar pukul 08.45 akan menerima email kedua dan ketiga sehari lebih cepat; itu tidak masalah. Automation di MailerLite memakai zona waktu akun, jadi set ke (GMT+07:00) Jakarta di Account settings lalu cek jam kirim email uji pertama.


Cara Memasang Welcome Email Otomatis di Tool Gratis (Sekali Setup, Jalan Tiap Minggu)

Kami pakai MailerLite sebagai contoh karena tampilannya paling ramah pemula. Brevo punya fitur setara (lihat akhir Langkah 3).

Langkah 1: Siapkan alamat pengirim dari domain sendiri (30–45 menit)

Buat alamat seperti halo@namatoko.com, lalu di MailerLite verifikasi domainnya lewat menu Account settings → Domains dan tambahkan catatan DNS (SPF dan DKIM) yang mereka berikan di panel domain Anda.1 Subdomain gratis seperti namatoko.myshopify.com tidak bisa dipakai, jadi beli domain .com atau .id dulu (sekitar 10 menit).

Isinya hanya menyalin dua sampai tiga baris teks ke panel domain. Kalau belum pernah membukanya, minta tolong pembuat website Anda; bagi mereka ini pekerjaan 15 menit.

Kenapa wajib: MailerLite menolak pengirim @gmail.com, dan Gmail serta Yahoo kini mewajibkan autentikasi domain untuk semua pengirim.145

Langkah 2: Buat grup “Pembeli Baru” (5 menit)

Di menu Subscribers → Groups, buat grup bernama Pembeli Baru. Semua orang yang masuk ke grup ini akan otomatis menerima tiga email tadi.

Langkah 3: Cara membuat email otomatis di MailerLite (45–60 menit)

Buka Automation → Create workflow, lalu:

  1. Pilih pemicu (trigger) When subscriber joins a group, pilih grup Pembeli Baru.
  2. Tambah langkah Delay: 15 menit.
  3. Tambah langkah Email: tempel Template 1.
  4. Tambah Delay: 1 hari.
  5. Tambah Delay lagi: tunggu sampai jam tertentu, 09.00.
  6. Tambah Email: tempel Template 2.
  7. Tambah Delay: 3 hari.
  8. Tambah Delay lagi: tunggu sampai jam tertentu, 19.00.
  9. Tambah Email: tempel Template 3.
  10. Kirim email uji ke diri sendiri, cek tampilan di HP dan jam kirimnya, lalu aktifkan.

Opsi “tunggu sampai jam tertentu” selalu menunggu jam 09.00 (atau 19.00) berikutnya. Untuk email 2, jeda harinya dikurangi satu: pembeli sampai di langkah tunggu pada hari 1 setelah jam 09.00, jadi terkirim hari 2 jam 09.00. Untuk email 3, pembeli sampai di langkah tunggu hari 5 jam 09.00, sebelum 19.00, jadi terkirim di hari yang sama: hari 5 jam 19.00.1

Di Brevo, alurnya serupa lewat Automations → Workflows dengan pemicu kontak ditambahkan ke list.6 Kalau Anda memakai jalur impor manual di Langkah 4, uji dulu dengan satu kontak untuk memastikan kontak hasil impor ikut masuk automation.

Langkah 4: Hubungkan pembeli ke grup (15 menit sekali, atau 3 menit tiap sore)

Ada dua jalur, tergantung toko Anda:

  • Toko Anda di Shopify atau WooCommerce: pasang integrasi resmi MailerLite. Pembeli yang mencentang izin di checkout otomatis masuk ke grup. Setelah ini, Anda tidak perlu melakukan apa pun.
  • Pesanan lewat WhatsApp, Google Form, atau spreadsheet: setiap sore sebelum tutup toko, impor pembeli hari itu (yang sudah setuju dihubungi) ke grup Pembeli Baru, sekitar 3 menit. Pastikan pilihan untuk memicu automation aktif saat impor. Impor harian penting, karena Template 2 menyebut paket tiba dalam satu-dua hari. Kalau tidak mau impor manual, hubungkan Google Sheets ke MailerLite lewat Zapier atau Make supaya pembeli masuk di hari yang sama.

Satu keterbatasan yang perlu Anda terima: pembeli dari Shopee atau Tokopedia tidak bisa masuk ke alur ini, karena marketplace tidak memberikan email pembeli kepada penjual. Cara mengakalinya: selipkan kartu kecil di paket dengan QR ke form pendaftaran (“scan untuk panduan pemakaian lengkap”). Batasi isi kartu ke panduan pemakaian; jangan tulis ajakan pesan di luar marketplace, nomor WhatsApp, atau kode diskon untuk website, karena Shopee dan Tokopedia melarang mengarahkan transaksi keluar platform dan toko bisa kena penalti. Dari pengalaman kami, yang scan hanya sebagian kecil, jadi anggap ini bonus, bukan saluran utama.

Langkah 5: Pasang kotak izin (10 menit)

Tambahkan kotak centang di checkout atau form: “Saya mau menerima panduan dan info produk dari [Nama Toko] lewat email.” Persetujuan eksplisit adalah dasar pemrosesan data yang paling aman untuk email pemasaran menurut Pasal 20 ayat (2) huruf a UU PDP. Kotaknya jangan dicentang otomatis, dan simpan catatan siapa yang setuju dan kapan (Pasal 22 mewajibkan persetujuan tertulis atau terekam).3 Tautan berhenti berlangganan otomatis dari MailerLite dan Brevo jangan dihapus.

Dari total sekitar 3–3,5 jam, sekitar 40% untuk menulis; sisanya verifikasi domain dan menyusun automation, yang hanya dilakukan sekali.


Contoh Hitungan: Toko Biji Kopi di Bandung

Angka di bawah adalah ilustrasi dari pola yang biasa kami temui, jadi anggap sebagai contoh hitungan.

Misalkan ada Kopi Rumah Dago, kafe kecil di Bandung yang juga menjual biji kopi sangrai lewat website. Harga rata-rata per pesanan Rp95.000 (250 gram). Setiap bulan ada sekitar 120 pembeli baru dari website, hasil iklan Instagram dan pencarian Google.

Misalkan 90 dari 120 pembeli itu mencentang kotak izin. Sebelum ada welcome email, 15 dari 90 orang tersebut (sekitar 17%) memesan lagi dalam 60 hari.

Isi tiga emailnya disesuaikan begini:

  • Hari 0: perkenalan dari pemilik, jadwal roasting dan kirim, nomor WhatsApp kafe.
  • Hari 2: rasio seduh untuk V60 dan tubruk, suhu air 90–94°C, cara simpan di toples kedap udara.
  • Hari 5: “Bagaimana kopinya?” plus kode gratis ongkir untuk pembelian kedua, berlaku 7 hari.

Misalkan pembeli ulang di kelompok itu naik dari 15 jadi 24. Hitungannya:

KomponenAngka
Pesanan tambahan9 pesanan x Rp95.000 = Rp855.000 omzet tambahan
Margin kotor biji kopi sekitar 50%Rp427.500
Subsidi ongkir untuk 9 pesanan tambahanRp15.000 x 9 = Rp135.000
Laba kotor tambahansekitar Rp290.000 per bulan

Angka itu belum menghitung pembeli yang memang akan kembali tanpa email lalu ikut memakai kode. Kalau separuh dari 15 orang itu (sekitar 8) memakainya, subsidi bertambah Rp120.000 dan laba kotor tambahannya tinggal sekitar Rp170.000 per bulan.

Kecil, dan memang begitu bulan pertama. Nilainya ada di efek lanjutan: pembeli kedua lebih mungkin jadi pembeli ketiga, tanpa biaya iklan lagi. Cara menghitungnya ada di artikel pilar kami tentang retensi pelanggan dan LTV.

Satu bonus yang tidak masuk tabel: email hari ke-5 memancing balasan, dan beberapa berisi permintaan produk yang belum Anda jual.


Kapan Pola Ini Tidak Cocok

  • Jika hampir semua penjualan Anda lewat marketplace. Anda tidak punya email pembelinya. Fokuskan tenaga ke follow-up WhatsApp dulu. Panduannya ada di artikel WhatsApp Business sebagai CRM.
  • Jika produk Anda dibeli sekali seumur hidup (misalnya cincin kawin atau kasur). Ganti email hari ke-5 dengan ajakan memberi ulasan atau merekomendasikan teman.

Bagaimana Eranya Digital Membantu

Tiga email ini bisa Anda pasang sendiri dalam satu sore, dan kami sarankan Anda mencobanya sendiri dulu. Kalau yang membuat Anda berhenti adalah bagian teknisnya (verifikasi domain, menghubungkan checkout website ke tool email, form izin yang sesuai UU PDP), itu pekerjaan yang biasa kami rapikan untuk klien sebagai bagian dari pembuatan website. Anda tetap memegang isi email dan akun tool-nya.

Kalau Anda ingin tahu apakah halaman checkout Anda sudah siap mengumpulkan email dengan benar, jadwalkan panggilan 30 menit dengan tim kami. Biasanya itu cukup untuk tahu apa yang kurang.


Sumber Referensi


<script type="application/ld+json">
[
  {
    "@context": "https://schema.org",
    "@type": "Article",
    "headline": "Contoh Welcome Email Toko Online: 3 Template Hari 0, 2, 5",
    "description": "Contoh welcome email toko online: 3 template siap salin untuk hari 0, 2 dan 5, pilihan subject line, jam kirim, dan cara setup di MailerLite atau Brevo.",
    "image": "https://eranya.digital/images/blog/kenapa-pelanggan-kabur.webp",
    "author": {"@type": "Organization", "name": "Eranya Digital", "url": "https://eranya.digital"},
    "publisher": {"@type": "Organization", "name": "PT Eranya Digital Nusantara", "logo": {"@type": "ImageObject", "url": "https://eranya.digital/images/logo.png"}},
    "datePublished": "2026-09-27",
    "dateModified": "2026-09-27",
    "mainEntityOfPage": {"@type": "WebPage", "@id": "https://eranya.digital/id/blog/contoh-welcome-email-toko-online/"},
    "inLanguage": "id-ID",
    "keywords": ["contoh welcome email", "welcome email toko online", "email sambutan pelanggan baru", "email marketing automation gratis", "subject line welcome email"],
    "articleSection": "Konversi"
  },
  {
    "@context": "https://schema.org",
    "@type": "FAQPage",
    "mainEntity": [
      {"@type": "Question", "name": "Apa isi welcome email yang baik untuk pembeli baru?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Welcome email yang baik menjawab kekhawatiran pembeli setelah bayar: kapan paket datang, siapa yang bisa dihubungi kalau ada masalah, dan bagaimana memakai produknya. Tulis dari nama pemilik, bukan dari 'Admin', pakai satu tawaran saja per email, dan jangan langsung menawarkan produk lain di email pertama. Promo untuk pembelian kedua lebih cocok diletakkan di email ketiga, setelah produk sampai dan terpakai."}},
      {"@type": "Question", "name": "Kapan waktu terbaik mengirim welcome email?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Email pertama dikirim segera setelah pesanan masuk, karena saat itulah pembeli paling memperhatikan kotak masuknya. Email kedua sebaiknya tiba mendekati hari paket sampai (untuk pengiriman di Jawa biasanya hari ke-2), dan email ketiga beberapa hari setelah produk dipakai (hari ke-5). Kalau mayoritas pembeli Anda di luar Jawa dengan ongkir reguler, geser jadwalnya ke hari 0, 4 dan 8."}},
      {"@type": "Question", "name": "Aplikasi email marketing gratis apa yang bisa kirim welcome email otomatis?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "MailerLite dan Brevo sama-sama punya paket gratis yang sudah mendukung automation berurutan (email, jeda waktu, email berikutnya). Batas jumlah kontak dan email per bulan di paket gratis berubah dari waktu ke waktu, jadi cek halaman harga resmi mereka sebelum mendaftar. Untuk toko kecil dengan puluhan sampai beberapa ratus pembeli baru per bulan, paket gratis biasanya sudah cukup."}},
      {"@type": "Question", "name": "Apakah boleh mengirim email promosi ke pembeli tanpa izin?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Sebaiknya jangan. Pasal 20 ayat (2) UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur dasar pemrosesan data yang sah, dan huruf a adalah persetujuan yang sah secara eksplisit. Cara amannya: tambahkan kotak centang yang tidak dicentang otomatis, misalnya 'Saya mau menerima tips dan info dari toko ini', di checkout atau form, jelaskan tujuannya, dan sediakan tautan berhenti berlangganan di setiap email. Email konfirmasi pesanan murni transaksional bisa bersandar pada dasar pemenuhan perjanjian (Pasal 20 ayat (2) huruf b), bukan persetujuan pemasaran."}}
    ]
  }
]
</script>

Footnotes

  1. MailerLite Help Center. How to use automation steps (opsi delay, termasuk tunggu sampai jam tertentu), Automation triggers (pemicu “joins a group”), Domain authentication (verifikasi domain pengirim), dan The limitations of using a free domain (alamat pengirim dari domain email gratis tidak bisa diautentikasi dan tidak bisa dipakai). ↩ ↩2 ↩3 ↩4

  2. Brevo Help Center. Why you need to replace your free email address with a professional one. Alamat dari domain email gratis tidak bisa diautentikasi, dan Brevo mengganti domain pengirim yang tidak terautentikasi dengan @brevosend.com. ↩

  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022. Pasal 20 ayat (2) tentang dasar pemrosesan data pribadi, huruf a: persetujuan yang sah secara eksplisit, dan huruf b: pemenuhan kewajiban perjanjian. Pasal 22: persetujuan dilakukan secara tertulis atau terekam dan harus dapat dibedakan secara jelas. ↩ ↩2

  4. Google Workspace Admin Help. Email sender guidelines. support.google.com/a/answer/81126. Kewajiban SPF atau DKIM untuk semua pengirim ke Gmail, serta DMARC dan berhenti berlangganan satu klik untuk pengirim di atas 5.000 email per hari. ↩

  5. Yahoo Sender Hub. Sender Best Practices. senders.yahooinc.com/best-practices. Persyaratan autentikasi domain untuk pengirim ke Yahoo Mail. ↩

  6. Brevo Help Center. Use a trigger to start an automation. Menu Automations → Workflows dan daftar pemicu, termasuk kontak ditambahkan ke list. ↩

Pertanyaan Seputar Welcome Email Toko Online

Apa isi welcome email yang baik untuk pembeli baru?

Welcome email yang baik menjawab kekhawatiran pembeli setelah bayar: kapan paket datang, siapa yang bisa dihubungi kalau ada masalah, dan bagaimana memakai produknya. Tulis dari nama pemilik, bukan dari 'Admin', pakai satu tawaran saja per email, dan jangan langsung menawarkan produk lain di email pertama. Promo untuk pembelian kedua lebih cocok diletakkan di email ketiga, setelah produk sampai dan terpakai.

Kapan waktu terbaik mengirim welcome email?

Email pertama dikirim segera setelah pesanan masuk, karena saat itulah pembeli paling memperhatikan kotak masuknya. Email kedua sebaiknya tiba mendekati hari paket sampai (untuk pengiriman di Jawa biasanya hari ke-2), dan email ketiga beberapa hari setelah produk dipakai (hari ke-5). Kalau mayoritas pembeli Anda di luar Jawa dengan ongkir reguler, geser jadwalnya ke hari 0, 4 dan 8.

Aplikasi email marketing gratis apa yang bisa kirim welcome email otomatis?

MailerLite dan Brevo sama-sama punya paket gratis yang sudah mendukung automation berurutan (email, jeda waktu, email berikutnya). Batas jumlah kontak dan email per bulan di paket gratis berubah dari waktu ke waktu, jadi cek halaman harga resmi mereka sebelum mendaftar. Untuk toko kecil dengan puluhan sampai beberapa ratus pembeli baru per bulan, paket gratis biasanya sudah cukup.

Apakah boleh mengirim email promosi ke pembeli tanpa izin?

Sebaiknya jangan. Pasal 20 ayat (2) UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur dasar pemrosesan data yang sah, dan huruf a adalah persetujuan yang sah secara eksplisit. Cara amannya: tambahkan kotak centang yang tidak dicentang otomatis, misalnya 'Saya mau menerima tips dan info dari toko ini', di checkout atau form, jelaskan tujuannya, dan sediakan tautan berhenti berlangganan di setiap email. Email konfirmasi pesanan murni transaksional bisa bersandar pada dasar pemenuhan perjanjian (Pasal 20 ayat (2) huruf b), bukan persetujuan pemasaran.