Pertanyaan ini hampir tiap minggu masuk ke kami, biasanya persis seperti ini: “Kak, saya mau selipin kartu ‘order via WA lebih murah’ di paket Shopee. Aman nggak?”
Jawaban kami: jangan. Tapi keinginannya masuk akal, dan cara pindahkan pembeli marketplace ke WhatsApp tanpa melanggar aturan itu ada. Di marketplace, pembeli adalah milik platform. Anda tidak bisa menyapa mereka lagi bulan depan, tidak bisa memberi kabar varian baru, dan setiap pesanan dipotong biaya. Wajar kalau Anda ingin punya daftar pelanggan sendiri.
Masalahnya, ketiga marketplace besar di Indonesia punya aturan tertulis soal ini, dan penjual pemula paling sering kena di sini. Anda bisa mulai hari ini dengan HP dan modal di bawah Rp 100.000 untuk 100 kartu percobaan; versi lengkap seperti contoh di bawah sekitar Rp 250.000 sampai Rp 400.000.
Ringkasan Cepat
- Yang dilarang jelas: mengajak transaksi di luar platform lewat chat, mencantumkan kontak atau link di halaman produk, dan memakai nomor HP pembeli dari data pesanan untuk promosi.
- TikTok Shop (termasuk TikTok Shop by Tokopedia) paling ketat: catatan di dalam paket ikut diatur, dan QR code serta akun pesan instan masuk daftar larangan.
- Shopee: larangan transaksi di luar Shopee tertulis jelas; untuk isi kartu dalam paket, cek kebijakan terbaru dan jangan cantumkan nomor WhatsApp.
- Pilihan dengan risiko paling rendah: kartu paket tanpa kontak, hanya berisi nama brand yang gampang dicari. Di Shopee statusnya masih abu-abu, jadi cek kebijakan terbaru tiap platform.
- Siapkan dua kartu: Kartu A untuk paket marketplace (untuk TikTok Shop dan Tokopedia, ganti ajakan mencari nama brand dengan ajakan follow toko), Kartu B (boleh ada QR WhatsApp) untuk pesanan yang memang datang dari saluran Anda sendiri.
Satu Garis yang Dijaga Semua Marketplace
Jawaban singkatnya: jangan cantumkan nomor WhatsApp, link, atau QR code di paket Shopee, Tokopedia, maupun TikTok Shop. Pilihan dengan risiko paling rendah adalah kartu berisi nama brand yang mudah dicari (untuk TikTok Shop dan Tokopedia, cukup ajakan follow toko), dan tetap cek kebijakan terbaru di tiap platform.
Semua aturan marketplace soal ini berputar di satu garis. Anda boleh jadi brand yang dikenal, tapi tidak boleh menarik transaksi keluar dari platform.
Shopee menulisnya dengan terang. Penjual dilarang mengarahkan pembeli bertransaksi di platform lain, termasuk lewat media sosial, dan pelanggarnya dikenai 2 poin penalti. Produk juga bisa diturunkan kalau nama, deskripsi, foto, atau videonya mencantumkan kontak, akun media sosial, alamat, atau link situs lain.1
Tokopedia punya dua lapis. Penjual tidak boleh mengajak pembeli bertransaksi lewat saluran pribadi, dan data pembeli seperti alamat atau nomor telepon hanya boleh dipakai untuk pengiriman.2 Sejak Tokopedia dan TikTok Shop bergabung, penjual Tokopedia bekerja di bawah pedoman TikTok Shop by Tokopedia, yang melarang pengiriman “informasi pihak ketiga tanpa izin” ke pelanggan: tautan, kode QR, akun komunikasi instan lainnya, email, alamat toko offline, dan informasi kontak.3
TikTok Shop di level global menegaskan bahwa kebijakan komunikasinya berlaku juga untuk “catatan fisik yang ditinggalkan di dalam paket”, tidak hanya chat.4 Kami belum menemukan versi Indonesia yang menyebut catatan paket secara eksplisit, tapi anggap kartu di paket TikTok Shop dan Tokopedia dinilai sama seperti pesan chat.
Jadi tujuannya sedikit bergeser. Pastikan pembeli ingat nama brand Anda, lalu siapkan tempat milik Anda sendiri yang gampang mereka temukan saat mencari nama itu.
Boleh dan Tidak Boleh Saat Memindahkan Pembeli Marketplace ke WhatsApp, per Platform
Tabel ini kami susun dari halaman kebijakan resmi yang bisa kami verifikasi per akhir September 2026. Kalau selnya bertuliskan “cek kebijakan terbaru”, artinya kami tidak menemukan aturan tertulis yang spesifik, jadi jangan anggap itu lampu hijau.
| Tindakan | Shopee | Tokopedia | TikTok Shop |
|---|---|---|---|
| Ajak pembeli order lewat WhatsApp/Instagram di chat | Dilarang, poin penalti1 | Dilarang2 | Dilarang3 |
| Nomor HP, akun medsos, atau link di nama/deskripsi/foto/video produk | Dilarang, produk bisa diturunkan1 | Cek kebijakan terbaru; saran kami: jangan | Dilarang menurut aturan global5; cek Seller Center Indonesia Anda |
| Chat atau telepon pembeli pakai nomor dari data pesanan | Jangan (juga bertentangan dengan UU PDP)6 | Dilarang, data hanya untuk pengiriman2 | Dilarang tanpa persetujuan tegas sebelumnya3 |
| Nomor WhatsApp atau QR code di kartu dalam paket | Cek kebijakan terbaru; saran kami: jangan | Anggap dilarang (ikut aturan TikTok Shop)34 | Dilarang, catatan paket ikut diatur4 |
| Kartu terima kasih berisi tips pemakaian saja | Aman, tidak ada larangan yang kami temukan | Aman tanpa link/QR/kontak (Kartu A versi TikTok) | Aman tanpa link/QR/kontak (Kartu A versi TikTok) |
| Kartu yang menyebut nama brand dan mengajak mencari akun Anda (tanpa nomor/link/QR) | Tidak ada larangan tertulis soal isi paket yang kami temukan; abu-abu, cek kebijakan terbaru | Jangan; ajak follow toko saja34 | Jangan; ajak follow toko saja4 |
| Ajak follow toko atau pakai voucher toko di dalam aplikasi | Aman (fitur resmi) | Aman (fitur resmi) | Aman (fitur resmi) |
| Minta ulasan bintang 5 dengan imbalan | Jangan; cek kebijakan terbaru (biasanya masuk larangan manipulasi ulasan Shopee) | Dilarang3 | Dilarang3 |
| Retur atau refund lewat transfer di luar aplikasi | Jangan; di luar aplikasi pembeli tidak dilindungi platform, cek kebijakan terbaru | Dilarang3 | Dilarang3 |
| Pembeli yang menemukan Instagram atau website Anda sendiri, lalu chat Anda | Saluran milik Anda, bebas | Saluran milik Anda, bebas | Saluran milik Anda, bebas |
Template Kartu Dalam Paket
Cetak tiap jenis kartu dengan warna berbeda. Begitu admin packing salah ambil tumpukan, kartu ber-QR WhatsApp bisa masuk ke paket TikTok Shop.
Kartu A: untuk paket Shopee
Ukuran A6 (10,5 x 14,8 cm), bolak-balik. Kertas art carton 260 gsm sudah cukup terasa premium.
┌───────────────────────────────────────┐
│ SISI DEPAN │
│ │
│ [LOGO] SAMBAL ROA OMA LIN │
│ (nama brand, huruf besar) │
│ │
│ Terima kasih sudah memilih kami, │
│ Kak ______. (tulis tangan) │
│ │
│ Sambal ini kami masak per 20 │
│ toples, jadi yang sampai ke Kakak │
│ masih baru. │
│ │
│ Ada yang kurang pas? Kabari kami │
│ lewat chat di aplikasi tempat Kakak │
│ belanja. Kami balas di hari yang │
│ sama. │
│ │
│ Salam hangat, Mira │
└───────────────────────────────────────┘
┌───────────────────────────────────────┐
│ SISI BELAKANG │
│ │
│ 3 CARA BIAR SAMBALNYA TAHAN LAMA │
│ 1. Simpan di kulkas setelah dibuka. │
│ 2. Selalu pakai sendok kering. │
│ 3. Habiskan dalam 3 minggu. │
│ │
│ Tekan "Ikuti" di toko kami, ada │
│ voucher untuk pesanan berikutnya. │
│ │
│ Resep nasi goreng roa ala Oma ada │
│ di Instagram kami. Cari saja: │
│ "Sambal Roa Oma Lin" │
└───────────────────────────────────────┘
Kartu ini sengaja tanpa nomor, QR, @handle, atau kata “lebih murah di WA”. Yang dijual cuma nama brand dan satu alasan untuk mencarinya: resepnya. Pembeli yang penasaran akan mengetik nama itu di Instagram atau Google.
Risikonya tetap ada, terutama di Shopee yang aturan isi paketnya belum tertulis jelas. Menyebut kata “Instagram” adalah bagian yang paling abu-abu. Kalau Anda ingin nol risiko, pakai versi dalam aplikasi di bawah ini untuk Shopee juga.
Kartu A versi TikTok Shop dan Tokopedia
Aturan TikTok paling luas cakupannya, dan karena penjual Tokopedia sekarang bekerja di bawah pedoman TikTok Shop by Tokopedia, jangkauan itu ikut berlaku untuk paket Tokopedia. Jadi untuk kedua platform ini ajakannya tetap di dalam aplikasi. Sisi depan sama persis, cukup ganti dua blok terakhir di sisi belakang:
┌───────────────────────────────────────┐
│ Video resep nasi goreng roa ala Oma │
│ ada di halaman toko kami. Buka lagi │
│ toko tempat Kakak belanja, tekan │
│ "Ikuti", dan ambil voucher untuk │
│ pesanan berikutnya. │
└───────────────────────────────────────┘
Supaya baris ini tidak bohong, unggah resepnya sebagai video di halaman toko atau video produk di dalam aplikasi, jangan hanya di akun TikTok pribadi Anda. Fitur videonya berbeda per platform, jadi cek menu yang tersedia di Seller Center Anda.
Nama depan pembeli boleh ditulis tangan di kartu karena itu bagian dari memproses pesanan. Jangan simpan nama dan nomornya ke kontak HP Anda.
Kartu B: untuk pesanan yang datang dari saluran Anda sendiri
Kartu ini hanya masuk ke paket dari order WhatsApp, Instagram, website, atau bazar. Di sini Anda bebas.
┌───────────────────────────────────────┐
│ [LOGO] SAMBAL ROA OMA LIN │
│ │
│ Terima kasih sudah order langsung, │
│ Kak ______. │
│ │
│ Mau pesan lagi? Scan kode ini, │
│ lalu tekan kirim. │
│ Langsung kami potong Rp 5.000. │
│ │
│ [QR ke wa.me/62812xxxxxxx │
│ ?text=Halo Oma Lin, saya mau │
│ order lagi (kode ORDERLAGI)] │
│ │
│ Katalog lengkap: namabrandanda.id │
│ Berlaku sampai 31 Desember 2026. │
└───────────────────────────────────────┘
Link lengkapnya, untuk disalin ke generator QR:
https://wa.me/62812xxxxxxx?text=Halo%20Oma%20Lin%2C%20saya%20mau%20order%20lagi%20(kode%20ORDERLAGI)
Link WhatsApp itu memakai fitur resmi “klik untuk chat”: https://wa.me/ diikuti nomor dalam format internasional tanpa angka 0 di depan, dan boleh ditambah ?text= supaya pesan pembukanya sudah terisi.7 Ubah link itu jadi QR pakai generator QR gratis mana saja, lalu tes dengan kamera HP sebelum cetak.
Siapkan Instagram, Website, dan WhatsApp Sebelum Mencetak Kartu
Kartu A hanya berhasil kalau saat pembeli mengetik nama brand Anda, yang muncul memang Anda. Tiga hal ini wajib siap sebelum kartu dicetak:
- Instagram dengan nama yang persis sama dengan yang tercetak di kartu, plus link WhatsApp dengan pesan pembuka di bio.
- Satu halaman web sederhana dengan foto produk, harga, dan tombol WhatsApp. Alasannya ada di website satu halaman sudah cukup untuk banyak bisnis.
- WhatsApp Business dengan profil dan katalog yang lengkap. Cara menata label dan follow-up pelanggan ada di panduan WhatsApp Business sebagai CRM.
Saat pembeli pertama kali chat, minta izin sebelum memasukkannya ke daftar broadcast: “Boleh saya kabari kalau ada varian baru, Kak? Kalau tidak mau, cukup balas STOP.” Kalimat ini membuat daftar Anda bersih dan sejalan dengan semangat UU Pelindungan Data Pribadi.6
Tawaran Setelah Pembelian yang Tetap di Dalam Aturan
Untuk pembeli marketplace, tawaran pembelian kedua justru lebih masuk akal di dalam aplikasi: pembeli merasa aman karena ada perlindungan platform, dan Anda tidak ambil risiko.
- Voucher toko dan bundling. Ketiga platform punya fitur voucher di dashboard penjual (Seller Centre di Shopee, Seller Center di TikTok Shop dan Tokopedia). Buat voucher kecil yang berlaku 30 hari, idealnya khusus pengikut toko kalau menunya tersedia, supaya ajakan “Ikuti” di kartu langsung ada hadiahnya. Tambahkan paket 2 toples yang sedikit lebih hemat di halaman produk. Nama menunya berbeda per platform dan sering berubah, jadi cek menu terbaru.
- Tombol ikuti toko. Pengikut toko akan melihat kabar produk baru Anda di dalam aplikasi. Untuk penjual pemula, ini daftar pelanggan gratis yang sering diremehkan.
Ide tawaran yang lebih lengkap (dan kenapa pembelian kedua itu titik baliknya) ada di strategi repeat order.
Contoh Kasus: Sambal Roa Oma Lin di Bekasi
Supaya konkret, bayangkan Mira, contoh penjual yang mewakili banyak pertanyaan yang masuk ke kami. Ia bekerja kantoran dan menjual sambal roa resep neneknya di akhir pekan. Harga Rp 55.000 per toples. Rata-rata 150 pesanan per bulan: 90 dari Shopee, 60 dari TikTok Shop. Belum ada satu pun pelanggan yang ia kenal namanya.
Yang ia lakukan dalam satu akhir pekan:
| Langkah | Biaya |
|---|---|
| Ganti nama Instagram jadi “Sambal Roa Oma Lin”, bio + link WhatsApp | Rp 0 |
| Satu halaman web dengan tombol WhatsApp (pakai template gratis) | Rp 0 sampai sekitar Rp 150.000 per tahun untuk nama domain |
| Cetak 500 lembar Kartu A (A6 bolak-balik, termasuk versi TikTok Shop dan Tokopedia) di percetakan digital dekat rumah | sekitar Rp 200.000 (harga tiap percetakan berbeda) |
| Cetak 100 lembar Kartu B | sekitar Rp 50.000 |
| Voucher toko Rp 5.000 untuk pembelian berikutnya | dibayar hanya kalau dipakai |
| Total | sekitar Rp 250.000 sampai Rp 400.000 |
Biaya cetaknya kira-kira Rp 400 per kartu (Rp 250.000 untuk 600 kartu). Dengan 150 paket sebulan, 500 Kartu A habis sekitar 3 bulan, jadi anggarkan cetak ulang sekitar Rp 60.000 per bulan.
Angka di bawah ini perkiraan kami. Anggap dalam dua bulan, 10 orang menemukan Instagram Mira lewat nama di kartu lalu chat di WhatsApp, dan masing-masing order 1 toples sebulan. Itu 10 toples per bulan atau Rp 550.000 omzet yang datang dari saluran milik Mira sendiri.
Anggap potongan biaya marketplace-nya sekitar Rp 8.000 per pesanan (cek rincian pesanan Anda sendiri, karena tiap toko dan kategori berbeda). 10 pesanan langsung x Rp 8.000 = Rp 80.000 potongan yang tidak terjadi. Kalau semuanya pakai kode ORDERLAGI (potongan Rp 5.000), sisa hematnya sekitar Rp 30.000 per bulan, sebelum ongkos Anda sendiri untuk memesan kurir dan mengecek transfer. Potongan Rp 5.000 itu juga yang membuat order langsung tetap menarik, karena di marketplace pembeli sering dapat gratis ongkir sedangkan order langsung biasanya bayar ongkir penuh.
Jujur saja, dari hemat potongan saja ini tidak balik modal. Cetak ulang kartu sekitar Rp 60.000 per bulan, lebih besar dari hemat Rp 30.000. Hitungannya baru impas kalau pelanggan langsung Anda sudah sekitar 20 orang (20 x Rp 3.000 = Rp 60.000). Nilai sebenarnya ada di sepuluh nomor yang sekarang bisa Anda sapa langsung, yang tidak ikut hilang kalau algoritma marketplace berubah. Kenapa itu berharga dijelaskan di tulisan kami soal retensi pelanggan dan lifetime value.
Kapan Cara Ini Tidak Akan Berhasil
Paling sering gagal karena nama brand Anda generik. “Sambal Enak Bekasi” tidak bisa dicari; hasilnya ratusan toko lain. Rapikan nama dulu, baru cetak kartu. Kasus lain yang perlu Anda pertimbangkan:
- Produk sekali beli, seperti casing HP untuk satu tipe atau kado pernikahan, jarang dibeli ulang. Fokus ke ulasan dan rujukan saja.
- Kalau 90% pesanan Anda dari TikTok Shop, hasilnya akan jauh lebih lambat, karena kartunya tidak boleh menyebut akun di luar aplikasi.
- Anda belum siap melayani order langsung: mengecek transfer, memesan kurir, dan menangani komplain sendiri tanpa perlindungan platform. Sebagian pembeli memang lebih nyaman tetap di marketplace, dan itu wajar.
Marketplace tetap penting untuk ditemukan orang baru. Pola pikir ini kami bahas di bahaya membangun bisnis di lahan sewaan.
Langkah Hari Ini
- Cek nama brand Anda di kolom pencarian Instagram dan Google. Kalau yang muncul bukan Anda, rapikan dulu nama akun dan bio.
- Salin template Kartu A, ganti isinya dengan tips pemakaian produk Anda sendiri. Siapkan juga versi TikTok Shop dan Tokopedia-nya.
- Cetak 100 lembar dulu sebagai percobaan. Kalau suka hasilnya, baru cetak lebih banyak.
- Tempel catatan di meja packing: “Kartu A untuk Shopee. Kartu A versi TikTok untuk TikTok Shop dan Tokopedia. Kartu B hanya untuk order langsung.”
- Buka dashboard penjual, cari menu voucher, buat satu voucher toko untuk pembelian berikutnya.
Bagaimana Eranya Digital Membantu
Sebagian besar isi artikel ini bisa Anda kerjakan sendiri dari HP. Bagian yang biasanya membuat pemula ragu adalah halaman web: takut mahal, takut kelihatan asal-asalan.
Kalau Anda ingin satu halaman sederhana yang terlihat profesional, dengan tombol WhatsApp dan katalog yang rapi, tim kami bisa membantu menyusunnya sesuai skala usaha Anda. Ngobrol dulu juga boleh, tanpa kewajiban apa pun. Jadwalkan sesi konsultasi gratis.
Sumber Referensi
<script type="application/ld+json">
[
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Article",
"headline": "Cara Pindahkan Pembeli Marketplace ke WhatsApp Tanpa Penalti",
"description": "Cara pindahkan pembeli marketplace ke WhatsApp dan website sendiri tanpa penalti: template kartu paket dan daftar boleh/dilarang Shopee, Tokopedia, TikTok Shop.",
"image": "https://eranya.digital/images/blog/psikologi-pembeli.webp",
"author": {"@type": "Organization", "name": "Eranya Digital", "url": "https://eranya.digital"},
"publisher": {"@type": "Organization", "name": "PT Eranya Digital Nusantara", "logo": {"@type": "ImageObject", "url": "https://eranya.digital/images/logo.png"}},
"datePublished": "2026-10-05",
"dateModified": "2026-10-05",
"mainEntityOfPage": {"@type": "WebPage", "@id": "https://eranya.digital/id/blog/pindahkan-pembeli-marketplace-ke-whatsapp/"},
"inLanguage": "id-ID",
"keywords": ["cara pindahkan pembeli marketplace ke whatsapp", "boleh cantumkan nomor wa di paket shopee", "kartu ucapan paket olshop", "aturan shopee transaksi di luar platform", "qr code di paket tiktok shop", "template kartu terima kasih olshop"],
"articleSection": "Strategi Digital"
},
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "FAQPage",
"mainEntity": [
{"@type": "Question", "name": "Bolehkah mencantumkan nomor WA di kartu dalam paket Shopee?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Sebaiknya tidak. Shopee secara tertulis melarang penjual mengarahkan pembeli bertransaksi di luar Shopee dan menjatuhkan poin penalti untuk pelanggaran ini. Kebijakan edukasi penjual Shopee membahas larangan di chat dan halaman produk, tetapi tidak menyebut isi paket secara spesifik, jadi cek kebijakan terbaru di Pusat Edukasi Penjual Shopee. Jalan yang lebih aman: kartu tanpa nomor, tapi dengan nama brand yang gampang dicari di Instagram atau Google."}},
{"@type": "Question", "name": "Apakah boleh memasukkan QR code ke dalam paket TikTok Shop?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Sebaiknya tidak. Kebijakan komunikasi pelanggan TikTok Shop menyebut catatan fisik di dalam paket sebagai saluran yang diatur dan melarang mengarahkan pembeli keluar platform. Pedoman penjual TikTok Shop by Tokopedia di Indonesia secara khusus melarang pengiriman tautan, QR code, akun pesan instan, alamat toko offline, dan kontak."}},
{"@type": "Question", "name": "Bolehkah saya chat pembeli lewat nomor HP yang ada di resi atau data pesanan?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Jangan. Tokopedia menyatakan data pembeli seperti nomor telepon dan alamat hanya boleh dipakai untuk pengiriman. Pedoman TikTok Shop by Tokopedia hanya mengizinkan data pelanggan dipakai untuk memproses pesanan kecuali ada persetujuan tegas sebelumnya, dan melarang fitur chat layanan pelanggan dipakai untuk promosi apa pun. Selain risiko sanksi dari marketplace (cek kebijakan terbaru), ini juga bertabrakan dengan prinsip UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, karena pembeli memberikan nomornya untuk pengiriman, bukan untuk promosi."}},
{"@type": "Question", "name": "Lalu bagaimana cara sah mengubah pembeli marketplace jadi pelanggan tetap di WhatsApp?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Biarkan pembeli yang datang sendiri. Buat nama brand yang unik dan tercetak jelas di kemasan dan kartu, siapkan Instagram dan halaman web sederhana yang mencantumkan link WhatsApp, lalu beri alasan untuk mencari Anda, misalnya resep atau tips pemakaian. Pembeli yang menghubungi Anda lewat Instagram atau Google sudah masuk ke saluran milik Anda. Di dalam marketplace, gunakan fitur resmi seperti voucher toko dan tombol ikuti toko."}}
]
}
]
</script>
Footnotes
-
Shopee Indonesia. Hindari Transaksi di Luar Shopee. Pusat Edukasi Penjual. seller.shopee.co.id/edu/article/5640. Larangan mengarahkan pembeli ke platform lain, 2 poin penalti, dan penurunan produk yang mencantumkan kontak, media sosial, atau link. ↩ ↩2 ↩3
-
Tokopedia. Penerapan Kebijakan Pelindungan Data Pribadi Pembeli. Pusat Edukasi Seller. seller.tokopedia.com/edu/kebijakan-data-pembeli. Data pembeli hanya untuk pengiriman; lihat juga Penyebab Toko Dimoderasi tentang larangan mengajak transaksi di luar Tokopedia. ↩ ↩2 ↩3
-
TikTok Shop by Tokopedia. Pedoman Layanan Pelanggan untuk Penjual TikTok Shop by Tokopedia. seller-id.tokopedia.com/university/essay?knowledge_id=6837729296336642. Larangan mengirim tautan, kode QR, akun pesan instan, alamat toko offline, dan kontak; data pelanggan hanya boleh dipakai untuk memproses dan memenuhi pesanan kecuali ada persetujuan tegas sebelumnya; fitur chat layanan pelanggan dilarang dipakai untuk pemasaran atau promosi apa pun; larangan imbalan untuk ulasan dan refund di luar platform. ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5 ↩6 ↩7 ↩8 ↩9
-
TikTok Shop. Customer Communication Policy. Seller University. seller-vn.tiktok.com/university/essay?knowledge_id=8692722068424464. Kebijakan berlaku untuk chat, balasan ulasan, dan catatan fisik di dalam paket. (Halaman Seller University regional non-Indonesia; cek versi Seller Center Indonesia Anda.) ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5
-
TikTok Shop. Avoid Redirecting Traffic. Seller University. seller-us.tiktok.com/university/essay?knowledge_id=4588077398099713. Larangan mencantumkan kontak, link eksternal, media sosial, dan QR code untuk mengarahkan pembelian keluar platform. (Halaman Seller University regional non-Indonesia; cek versi Seller Center Indonesia Anda.) ↩
-
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022. Dasar hukum pemrosesan data pribadi, termasuk persetujuan dan pembatasan tujuan penggunaan. ↩ ↩2
-
WhatsApp. Cara menggunakan klik untuk chat. Pusat Bantuan WhatsApp. faq.whatsapp.com/452366545421244. Format tautan wa.me dan pesan yang sudah terisi. ↩
Pertanyaan Seputar Memindahkan Pembeli Marketplace ke WhatsApp
Bolehkah mencantumkan nomor WA di kartu dalam paket Shopee?
Sebaiknya tidak. Shopee secara tertulis melarang penjual mengarahkan pembeli bertransaksi di luar Shopee dan menjatuhkan poin penalti untuk pelanggaran ini. Kebijakan edukasi penjual Shopee membahas larangan di chat dan halaman produk, tetapi tidak menyebut isi paket secara spesifik, jadi cek kebijakan terbaru di Pusat Edukasi Penjual Shopee. Jalan yang lebih aman: kartu tanpa nomor, tapi dengan nama brand yang gampang dicari di Instagram atau Google.
Apakah boleh memasukkan QR code ke dalam paket TikTok Shop?
Sebaiknya tidak. Kebijakan komunikasi pelanggan TikTok Shop menyebut catatan fisik di dalam paket sebagai saluran yang diatur dan melarang mengarahkan pembeli keluar platform. Pedoman penjual TikTok Shop by Tokopedia di Indonesia secara khusus melarang pengiriman tautan, QR code, akun pesan instan, alamat toko offline, dan kontak.
Bolehkah saya chat pembeli lewat nomor HP yang ada di resi atau data pesanan?
Jangan. Tokopedia menyatakan data pembeli seperti nomor telepon dan alamat hanya boleh dipakai untuk pengiriman. Pedoman TikTok Shop by Tokopedia hanya mengizinkan data pelanggan dipakai untuk memproses pesanan kecuali ada persetujuan tegas sebelumnya, dan melarang fitur chat layanan pelanggan dipakai untuk promosi apa pun. Selain risiko sanksi dari marketplace (cek kebijakan terbaru), ini juga bertabrakan dengan prinsip UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, karena pembeli memberikan nomornya untuk pengiriman, bukan untuk promosi.
Lalu bagaimana cara sah mengubah pembeli marketplace jadi pelanggan tetap di WhatsApp?
Biarkan pembeli yang datang sendiri. Buat nama brand yang unik dan tercetak jelas di kemasan dan kartu, siapkan Instagram dan halaman web sederhana yang mencantumkan link WhatsApp, lalu beri alasan untuk mencari Anda, misalnya resep atau tips pemakaian. Pembeli yang menghubungi Anda lewat Instagram atau Google sudah masuk ke saluran milik Anda. Di dalam marketplace, gunakan fitur resmi seperti voucher toko dan tombol ikuti toko.